Peran TIK dalam Perpustakaan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perpustakaan adalah tempat atau gedung yang menyimpan berbagai macam koleksi seperti : buku, referensi, media cetak maupun non cetak, media audio visual & dokumentasi. Tentunya ke semua koleksi itu memerlukan yang namanya sistem pengelolaan, sistem registrasi, dan system layanan sirkulasi yang prima. Untuk mewujudkannya perlu adanya sarana prasarana yang menunjang dan juga SDM yang mempunyai kualitas yang unggul. Dalam kenyataan sehari-hari kita melihat bahwa tuntutan dari setiap pengunjung perpustakaan semakin meningkat dari tahun ketahun. Apakah itu tuntutan dari segi kecepatan pelayanan, keakuratan pengarsipan data buku, keluasan akses peminjaman buku antar perpustakaan (Silang Layan). Read the rest of this entry
Sistem komunikasi pendidikan
Sistem komunikasi pendidikan
Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya (TP Undiksha 2007)
Sistem; totalitas/sesuatu yang menyeluruh dimana didalamnya tedapat bagian*/sub* yang mewmiliki hubungan erat.(siswa,guru,sarana/prasarana,tujuan,materi.)
Pd dasarnya sistem dbagi 2:
a. Terbuka; sistem yang membuka dirinya terhadap lingkungannya.(sistem pasar,partai)
b.Tertutup; sitem yag menutup diri tarhadap lingkungan(mesin sepeda motor)
Komunikasi; proses penyampaian pesan memlalui saluran/oleh sumber pesan kpada penerima pesan.
- Pd dasarnya; komunikasi: hububngnan/kejadia* yg ada kaitannya dgn masalah hubungan,dan atau menukar pikiran.
- Wilbur schram; brsl dr bhs latin”communis” sepadan dengan common(sama). Apabila kita hendak ko unikasi, maka dlam dr kita akan muncul persepsi bhwa hasil komnksi adalh berupa wujud persamaan diantara kita.
- Hovland; merupakan suatu proses dmana seseorang memindahkan perangsang yang biasanya berupa lambang* kata* untuk mengubah tingkahlaku orang lain.
Pendidikan; Read the rest of this entry
Pendidikan Berbasis Multi Budaya
Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya
Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha
Angkatan: 2007
Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA
Secara sederhana pendidikan multi budaya dapat didefinisikan sebagai “pendidikan untuk/tentang keragaman kebudayaan dalam meresponi perubahan demografis dan kultural lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan. Agar definisi ini bermanfaat, maka diperlukan untuk mendefinisikan kembali apa yang dimaksud dengan “budaya” dan “kebudayaan”. Dan upaya perumusan ini, jelas tidak mudah, karena perubahan-perubahan yang begitu cepat dan dramatis dalam kebudayaan itu sendiri, khususnya karena proses globalisasi yang semakin meningkat. Di dalamnya terdapat interaksi, toleransi, dan bahkan integrasi-desintegrasi. Read the rest of this entry
Masyarakat Indonesia yang Multikultural
Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya
Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha
Angkatan: 2007
Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA
Karakteristik kebudayaan nasional seperti tersebut di atas dan adanya keterbukaan masyarakat Indonesia telah memperkuat kemajemukan dari masyarakat Indonesia. Kemjemukan masyarakat Indonesia dapat dilihat baik secara vertical maupun horizontal (Nasikun, 1987). Diskripsi tentang kemajemukan masyarakat Indonesia digambarkan dengan baik oleh H. Geertz (1981) bahwa di Indonesia terdapat lebih dari tiga ratus kelompok yang berbeda-beda masing-masing mempunyai identitas kebudayaan sendiri. C. Greetz (2000) menyatakan bahwa kemajemukan masyarakat Indonesia dapat dilihat dari panjangnya rentang sosiohistoris lebarnya rentang sosial dan beranekanya sistem ekonomi, sistem stratipikasi serta berbagai aturan kekerabatan yang unik. Koentjaraningrat (1987) membahas karakteristik sosiokultural dari berbagai etnis yang ada di Indonesia. Y. Boelaars (1984)menyatakan bahwa masyarakat Indonesia sebagai masyarakat majemuk plunform.
Kebudayaan Global
Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya
Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha
Angkatan: 2007
Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA
Globalisasi adalah proses kebudayaan yang ditandai dengan adanya kecendrungan wilayah-wilayah di dunia baik geografis maupun fisik, menjadi semakin sempit, sehingga intensitas interaksi/ dialog format sosial, budaya, ekonomi, dan politik semakin intensif. (Nugroho, 2001; Rachbini, 2001; Thompson, 2001). Hal itu tidak bisa dilepaskan dari adanya kemajuan teknologi trasportasi dan media komonikasi kebudayaan sehingga arus manusia, citra, komoditas, uang, imformasi, dan ide termasuk di dalamnya teknologi sangat deras mengalir dari pusat ke pinggiran atau dari negara maju (Lull, 1998). Sehubungan dengan hal itu ada yang menyatakan bahwa fenomena itu akan mengakibatkan suatu integrasi semua sistem-sistem kecil menjadi satu, yakni global atau kehidupan global. Read the rest of this entry
Kebudayaan Nasional dan Daerah
Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya
Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha
Angkatan: 2007
Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA
Masyarakat Indonesia dan kompleks kebudayaannya masing-masing adalah plural (jamak) dan sekaligus juga heterogen (aneka ragam). Pluralitas mengindikasikan adanya suatu situasi yang terdiri dari kejamakan, dan bukan ketunggalan. Sedangkan heterogenitas mengindikasikan suatu kualitas dari keadaan yang menyimpan ketidaksamaan dalam unsure-unsurnya. Artinya, masing-masing subkelompok masyarakat itu beserta dan kebudayaannya bisa sungguh-sungguh berbeda satu dari yang lainnya (Kusumohamidjojo,2000).
Hal yang menonjol dari ciri kemajemukan masyarakat Indonesia adalah penekanan pada pentingnya kesukubangsaan yang terwujud dalam bentuk komuniti-komuniti sukubangsa, dan digunakannya kesukubangsaan sebagai acuan utama bagi jati diri. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pluralisma masyarakat Indonesia dicerminkan oleh banyaknya suku bangsa yang bernaung didalamnya. I8dentitas budaya etnik, terakumulasikan dalam berbagai ruang kultur, misalnya dala bentuk ritual keagamaan, pementasan, kesenian, dll. Terjadinya kemajemukan pada masyarakat Indonesia disebabkan oleh berbagai factor, yaitu : faktor geografis, faktor histories,faktor sosial-budaya, faktor sosial ekonomi, faktor sosial politik, dan faktor sosial psikologis (Sumaatmadja, 1980). Read the rest of this entry
Manusia mahluk membudaya
Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya
Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha
Angkatan: 2007
Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA
Kebudayaan merupakan fenomena universal. Setiap masyarakat-bangsa di dunia memiliki kebudayaan, meskipun bentuk dan coraknya berbeda-beda antara masyarakat-bangsa yang satu dengan masyarakat-bangsa yang lainnya. Fenomena tersebut jelas menampakan keberadaan manusia sebagai cultural being, mahluk budaya. Keberadaan manusia sebagai mahluk budaya merupakan suatu fakta historis. Fakta historis ini sekaligus juga mengandaikan keberadaan manusia sebagai salah satu dari mahluk-mahluk lainnya dan keistimewaan manusia yang secara hakiki membedakannya dengan mahluk lain, yaitu manusia membudaya, atau sebagai pencipta kebudayaan. Dan sebagai ciptaan manusia, kebudayaan adalah ekspresi eksitensi manusia di dunia. Namun manusia dan kebudayaan, berhubungan secara dialektis. Artinya ada interaksi kreatif antara manusia dengan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia namun manusia sendiri adalah produk kebudayaan. Dialektika fundanmental tersebut terdiri dari tiga tahap, yaitu: ekternalisasi, adalah proses pencurahan diri manusia secara terus menerus kedalam dunia melalui aktivitas fisik dan mentalnya dalam rangka penciptaan kebudayaan. Objektivasi, adalah tahap dimana aktivitas manusia menghasilkan suatu realitas objektif yang berada diluar diri manusia. Jadi manusia sudah menghasilkan produk-produk tertentu, baik dalam berbagai wujud budayanya. Internalisasi ialah tahap dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia kembali diserap oleh manusia. Dengan kata lain, struktur dunia objektif, hasil karya, ditrasformasikan kembali kestruktur kesadaran subjektifnya. Jadi realitas eksternal kembali menjadi realitas internal (Maran, 2000). Read the rest of this entry
Pengertian kebudayaan
Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya
Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha
Angkatan: 2007
Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA
PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kata kebudayaan berasal dari kata budh—> budhi—> budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia (supartono, 2001; Prasetya, 1998).
Mengenai definisi kebudayaan telah banyak sarjana-sarjana ilmu sosial yang mencoba menerangkan dari sudut pandangnya masing-masing. A.L. Kroeber dan C. Kluckhohn menyatakan bahwa da sekitar 179 definisi tentang kebudayaan. Oleh karena itu pemilihan definisi kebudayaan yang tepat sangat sukar. Sehubungan dengan hal itu maka akan dicoba memaparkan beberapa definisi kebudayaan. Read the rest of this entry
Like Status dan Comments Facebook Teman Secara Otomatis
Anda penggemar facebook……!!!jawabannya ya….semoga aja bener…
. Ok langsung aja ya gan..bagi anda yang suka ngasih jempol status temen-temen anda, dan mungkin selama ini anda melakukannya secara manual disini saya akan menjelaskan bagaimana memberi jempol status secara otomatis. Caranya cukup mudah anda hanya melakuka satu kali klik dan jempol anda sudah nyampe kestatus temen-temen anda. Tapi sebelumnya ikuti langkah-langkah berikut ini:
Langkah Pertama
Sebelum menambahkan Script Auto Like Bomb, Terlebih dahulu anda harus menambahkan add-on Greasemonkey.
Silahkan Install Greasemonkey dengan klik link dibawah ini : Read the rest of this entry
Cara Like Semua Status Facebook Teman
Langsung aja yah, para facebookers.
1. Login di facebook.com
2. Pilih salah satu profil teman kita yang ingin di like statusnya
3. Nah selanjutnya, hapus address barnya (liat yang saya lingkar merah,
4. Copy kode di bawah terus paste ke address bar tadi (sudah dihapus), lalu tekan enter deh
javascript:var i=0;ex=0;s=0;function EXP_ALL(){ExpandComm = document.getElementsByTagName(“input”);for(e = 0; e < ExpandComm.length; e++){myClass = ExpandComm[e].getAttribute(“class”);if(myClass != null && myClass.indexOf(“stat_elem”) >= 0)if(ExpandComm[e].getAttribute(“name”) == “view_all”)ExpandComm[e].click()}}function JEMPOLERS(){jempol = document.getElementsByTagName(“button”);for(j = 0; j < jempol.length; j++){myClass = jempol[j].getAttribute(“class”);if(myClass != null && myClass.indexOf(“like_link”) >= 0)if(jempol[j].getAttribute(“name”) == “like”)jempol[j].click()};}function JEMPOLERC(){buttons = document.getElementsByTagName(“button”);for(x = 0; x < buttons.length; x++){myClass = buttons[x].getAttribute(“class”);if(myClass != null && myClass.indexOf(“stat_elem”) >= 0)if(buttons[x].getAttribute(“title”) == “Like this comment”)buttons[x].click()};}function updateTime(){ex=ex+1;i=i+1;s=s+1;if (ex==5){EXP_ALL();ex=0};if (s==5){ex=0;JEMPOLERS();s=0};if (i==2){JEMPOLERC();i=0;}}alert(‘-==[FB STATUS & COMMENTS LIKE GENERATOR]==-\n\nScript by -Dicyber-’);updateTime();window.setInterval(updateTime, 1000);void(0)
5. Lihat apa yang terjadi.
Secara otomatis semua status orang yang kita buka profilenya tadi terdapat jempol kita. Jadi, gak perlu repot-repot lagi untuk membuat like semua status orang yang kita sayangi. hehehe.



