<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://kojingtechnolog.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kojingtechnolog.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 09:24:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kojingtechnolog.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/cd2801635e0413fdf5f01b1c4b455bc2?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://kojingtechnolog.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kojingtechnolog.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kojingtechnolog.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Peran TIK dalam Perpustakaan</title>
		<link>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/11/19/peran-tik-dalam-perpustakaan/</link>
		<comments>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/11/19/peran-tik-dalam-perpustakaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2011 05:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kojingtechnolog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah_Ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kojingtechnolog.wordpress.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN   1.1. Latar Belakang           Perpustakaan adalah tempat atau gedung yang  menyimpan berbagai macam koleksi seperti : buku, referensi, media cetak maupun non cetak, media audio visual &#38; dokumentasi. Tentunya ke semua koleksi itu memerlukan yang namanya sistem pengelolaan, sistem registrasi, dan system layanan sirkulasi yang prima. Untuk mewujudkannya perlu adanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=531&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>BAB I</strong></p>
<p align="center"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1.1. Latar Belakang </strong></p>
<p><strong>          </strong>Perpustakaan adalah tempat atau gedung yang  menyimpan berbagai macam koleksi seperti : buku, referensi, media cetak maupun non cetak, media audio visual &amp; dokumentasi. Tentunya ke semua koleksi itu memerlukan yang namanya sistem pengelolaan, sistem registrasi, dan system layanan sirkulasi yang prima. Untuk mewujudkannya perlu adanya sarana prasarana yang menunjang dan juga SDM yang mempunyai kualitas yang unggul. Dalam kenyataan sehari-hari kita melihat bahwa tuntutan dari setiap pengunjung perpustakaan semakin meningkat dari tahun ketahun. Apakah itu tuntutan dari segi kecepatan pelayanan, keakuratan pengarsipan data buku, keluasan akses peminjaman buku antar perpustakaan (Silang Layan). <span id="more-531"></span>Dan juga keterbatasan tenaga manusia untuk melayani semua tuntutan dari para pengunjung. Untuk mengantisipasi  hal tersebut maka SDM perlu ditingkatkan dan perlu dilengkapi dengan kecanggihan teknologi informasi. Dengan kecanggihan teknologi informasi pada era globalisasi ini akan mampu menjawab semua tuntutan dari para pengunjung perpustakaan yang menginginkan pelayanan yang prima. Dengan pengaplikasian teknologi informasi yang tepat guna akan meningkatkan kinerja perpustakaan di segala aspek terutama di bidang pengelolaan. Dengan demikian sudah tentu akan menimbulan kepuasan  bagi para pengunjung perpustakan. Dan perpustakaan akan menjadi tempat belajar kedua bagi orang-orang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>1.2 Rumusan Masalah.</strong></p>
<p><strong>           </strong>Dari latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut yaitu “Bagaimana Peranan TI terhadap Pengelolaan Perpustakaan dan Bagaimana Mensosialisasikan TI di Perpustakaan”.<strong>  </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1.3 Ruang Lingkup Masalah</strong></p>
<p><strong>            </strong>   Mengingat TI sangat luas cakupanya terhadap pengelolaan perpustakaan maka penulis membatasi permasalahan sampai pada peranan Internet, software dan Komputer terhadap pengelolaan perpustakaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>1.4 Tujuan.</strong></p>
<p>Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah mengetahui peranan TI khususnya Internet, software dan Komputer terhadap pengelolaan perpustakaan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1.5 Manfaat.</strong></p>
<p><strong>  </strong>Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah diketahuinya peranan TI Internet, software dan Komputer terhadap pengelolaan perpustakaan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>BAB II</strong></p>
<p align="center"><strong>LANDASAN TEORI</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>2</strong><strong>.1. Pengertian Internet </strong></p>
<p>Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif. internet berasal dari kata <em>Interconnection Networking</em> yang mempunyai arti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya.<br />
Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan komputer ini digunakan protokol yaitu TCP/IP. TCP (Transmission Control Protocol) bertugas memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain.</p>
<p>TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data. Untuk dapat ikut serta menggunakan fasilitas Internet, biasanya Anda harus berlangganan ke salah satu ISP (Internet Service Provider) yang ada di kota Anda. ISP ini biasanya disebut penyelenggara jasa internet ataupun Anda dapat menggunakan fasilitas dari Telkom yakni Telkomnet Instan. Dengan memanfaatkan internet, pemakaian komputer di seluruh dunia dimungkinkan untuk saling<br />
berkomunikasi dan pemakaian bersama informasi dengan cara saling kirim e-mail, menghubungkan ke komputer lain, mengirim dan menerima file, membahas topik tertentu pada newsgroup dan lain-lain.</p>
<p><strong>2</strong><strong>.2</strong><strong> </strong><strong>Software</strong></p>
<p>Software adalah perangkat lunak atau kecerdasan buatan untuk  mempermudah penyajian informasi. Ada beberapa jenis software yang umum digunakan di perpustakaan berbasis IT baik yang berbasis offline maupun online(open source), di antaranya Athenaeum Light dan Freelib. Athenaeum Light Kata Athenaeum diambil dari bahasa Yunani, yang artinya perpustakaan atau reading room. Nama ini digunakan oleh Sumware Consulting NZ untuk nama produk perangkat lunak &#8216;gratisan&#8217; yang mereka buat. Atheaneum Light 8.5.vi merupakan versi modifikasi dari Athenaeum Light 6.0. yang telah melalui proses konversi menggunakan Filemaker 8.5 dengan kemampuan lebih baik, robust serta mampu mengelola data hingga 8 Tera byte. Athenaeum Light 8.5 ini hanya dapat bekerja pada OS Windows XP dan 2000 service pack 4, dengan processor minimal Pentium 3 atau lebih tinggi. Dengan software ini para pustakawan akan sangat terbantu dalam pengelolaan perpustakaan, dari proses katalog, input daftar anggota, OPAC, peminjaman, pengembalian, informasi, serta klasifikasi koleksi buku. Pengelola perpustakaan pun tak perlu lagi repot membuat barcode, karena secara otomatis, barcode akan muncul saat pengklasifikasian buku. Freelib Freelib merupakan singkatan dari Freedom Library yang diambil dari nama Perpustakaan Freedom, yang pertama kali menerapkan aplikasi software ini. Sampai saat ini, Freelib sudah menginjak versi 3.0.2 untuk aplikasi katalog, manajemen versi 1.0.2 sedangkan untuk Linux versi 0.0.4. Spesifikasi hardware yang direkomendasikan minimal pentium 3, 600 Mhz dengan memori 64 Mb. Untuk versi Linux, spesifikasi hardware yang dianjurkan lebih tinggi, minimal pentium 4 dengan memori minimal 128Mb Selain Athenaeum Light dan Freelib, masih ada banyak software lain seperti CDS/ISIS, Open Biblio, IBRA, LIBRA, SIMPEL, Chyprus, dan lain lain. Rata rata program itu merupakan open source dan dibuat secara khusus untuk perpustakaan. Kemudahan yang ditawarkan teknologi itu harus dimbangi dengan meningkatnya sumber daya manusia (SDM) para pustakawan. Mereka harus memahami dan dapat mengaplikasikan segala kemajuan teknologi itu untuk kepentingan perpustakaan. Karena akan sia-sia saja program-program itu diciptakan, jika tidak dimanfaatkan.</p>
<p><strong>2</strong><strong>.3. Pengertian Komputer</strong></p>
<p><strong>Komputer</strong> berasal dari bahasa latin computare yang berarti menghitung. Karena luasnya bidang garapan ilmu komputer, para pakar dan peneliti sedikit berbeda dalam mendefinisikan termininologi komputer. Berikut beberapa definisi komputer oleh para pakar dan peneliti :</p>
<ul>
<li>Menurut Hamacher, komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi.</li>
<li>Menurut Blissmer, komputer adalah suatu alat elektonik yang mampu melakukan beberapa tugas yaitu : menerima input, memproses input tadi sesuai dengan programnya, menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan,  dan menyediakan output dalam bentuk informasi.</li>
<li>Menurut Fuori, berpendapat bahwa komputer adalah suatu pemroses data yang dapat melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan aritmetika dan operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia.</li>
<li>Menurut Blissmer (1985), komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi.</li>
<li>Sedangkan menurut Sanders (1985), komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan di dalam memori. Dan masih banyak lagi ahli yang mencoba mendefinisikan secara berbeda tentang komputer. Namun, pada intinya dapat disimpulkan bahwa komputer adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis.</li>
</ul>
<p>Dari definisi tersebut terdapat tiga istilah penting, yaitu input (data), pengolahan data, dan informasi (output). Pengolahan data dengan menggunakan komputer dikenal dengan nama pengolahan data elektronik (PDE) atau elecronic data processing (EDP). Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan (fakta), dapat berupa angka-angka, huruf, simbol-simbol khusus, atau gabungan dari ketiganya. Data masih belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut.</p>
<p>Pengolahan data merupakan suatu proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berati, yaitu berupa suatu informasi. Dengan demikian, informasi adalah hasil dari suatu kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih bermakna dari suatu fakta. Oleh karena itu, pengolahan data elektronik adalah proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih bermakna berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik, yaitu komputer.</p>
<p><strong>2</strong><strong>.4. Pengertian TI</strong></p>
<p>Menurut (Main, 2008) TI dapat diartikan sebagai teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah serta menyebarkan informasi. Teknologi Informasi  atau IT (<em>Information Technology</em>) merupakan mata rantai dari perkembangan SI (Sistem Informasi).  Kalau dilihat dari susunan kata, yakni kata teknologi dan informasi, maka teknologi informasi dapat diartikan sebagai hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari pengirim ke penerima. Dari penjelasan di atas maka internet, database merupakan bagian dari teknologi informasi yang tujuannya adalah meyampaikan informasi (data yang telah diolah) dari pengirim ke penerima). Untuk memaksimalkan kinerja dari Teknologi Informasi itu diperlukanlah software.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>BAB III</strong></p>
<p align="center"><strong>PEMBAHASAN</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>3.1 Peran Internet Terhadap Pengelolaan Perpustakaan</strong></p>
<p>Internet menawarkan alternatif baru dalam pemerolehan informasi dan sekaligus penyebarluasan informasi. Jika sebelumnya, informasi berbasis cetak merupakan primadona perpustakaan tradisional, sekarang tersedia format baru dalam bentuk digital melalui Web. Koleksi bahan digital yang ditransmisikan secara elektronik dan disebut perpustakaan digital, keberadaannya semakin penting dalam pemenuhan kebutuhan informasi pengguna. Di lingkungan perguruan tinggi (PT) di Indonesia, ketersediaan bahan jenis ini semakin dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika yang sebelumnya kurang memiliki akses terhadap publikasi mutakhir dalam bidang</p>
<p>mereka. Disamping itu, proses transfer informasi di kalangan sivitas akademika dalam tingkat tertentu berubah karena produser dan pengguna sudah saling terkoneksi melalui Internet. Perpustakaan digital secara ekonomis lebih menguntungkan dibandingkan dengan perpustakaan tradisional. <strong>Chapman dan Kenney </strong>[1] mengemukakan empat alasan yaitu: institusi dapat</p>
<p>berbagi koleksi digital, koleksi digital dapat mengurangi kebutuhan terhadap bahan cetak pada tingkat lokal, penggunaannya akan meningkatkan akses elektronik, dan nilai jangka panjang koleksi digital akan mengurangi biaya berkaitan dengan pemeliharaan dan penyampaiannya. Di sisi lain, Internet sebagai media dimana bahan digital tersedia, standar dan teknologinya akan terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan. <strong>Palmer </strong>[2] menyebutkan ada empat hal yang akan terjadi yang membuat Internet semakin dominan sebagai platform bisnis.</p>
<p><strong>Pertama, </strong>infrastruktur Internet akan terus diperkuat dan ditingkatkan untuk menyediakan</p>
<p>tulang punggung yang berkapasitas tinggi dan aman.</p>
<p><strong>Kedua, </strong>Internet akan menghubungkan dan mengintegrasikan sistem non-Internet seperti</p>
<p>pertukaran data elektronik dan pemrosesan transaksi.</p>
<p><strong>Ketiga, </strong>Internet akan memungkinkan pengguna mengakses informasi dan pelayanan dari</p>
<p>mana saja pada waktu kapan saja menggunakan peralatan pilihan mereka.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, dengan terjadinya ledakan informasi yang tersedia melalui Internet akan tersedia berbagai pendekatan baru untuk menemukan dan mengindeks informasi.</p>
<p>Fenomena di atas sesungguhnya telah dan akan terus berpengaruh pada profesi perpustakaan terutama di lingkungan PT. Pengguna perpustakaan akan semakin tergantung pada bahan digital dengan beberapa alasan seperti biaya, ketersediaan, dan kecepatan pemerolehan. Bahkan pada tingkat tertentu, kemungkinan ketergantungan pada bahan digital akan lebih tinggi dibandingkan terhadap bahan cetak. Oleh karena itu, paradigma bahwa suatu perpustakaan hanya menyediakan informasi cetak harus diubah ke paradigma perpustakaan juga menyediakan informasi digital terutama yang tidak tersedia dalam bentuk cetak. Dengan demikian, pelayanan perpustakaan saat ini menjadi <em>hybrid </em>yaitu mencakup kedua jenis sumberdaya tersebut.</p>
<p><strong>Penggunaan Internet</strong></p>
<p>Pengunaan Internet di suatu perpustakaan dapat dibedakan ke dalam dua jenis. Pertama, penyediaan akses yaitu penyediaan sarana dan prasarana dimana pustakawan dan pengguna perpustakaan dapat menggunakan Internet. Dalam hal ini, perpustakaan menyediakan sejumlah komputer sebagai terminal yang terhubung ke Internet. Penyediaan layanan akses ini bertujuan untuk memungkinkan sivitas akademika dapat memperoleh informasi yang bersumber dari Web, yang diperlukan untuk mendukung kegiatan proses belajar-mengajar dan penelitian. Kegiatan ini pada dasarnya sama dengan penyediaan bahan pustaka cetak yang merupakan kegiatan rutin suatu perpustakaan tradisional. Pengguna dapat melakukan sendiri penelusuran, atau dengan memesan bahan yang mereka perlukan kepada pustakawan. Dalam kaitan ini, pengetahuan dan pengalaman pustakawan dalam penelusuran menjadi sangat penting karena dapat meningkatkan efisiensi pustakawan dan pengguna.</p>
<p>Pustakawan sesuai dengan peran dasarnya, dalam menyediakan akses Internet dapat bertindak sebagai pembimbing terutama bagi pengguna baru, konsultan seperti layaknya fungsi pustakawan referens, pengawas untuk penggunaan yang tidak produktif, penelusur berdasarkan pesanan pengguna, diseminator untuk penyebarluasan informasi tentang bahan Web, dan organisator untuk mengorganisasikan bahan-bahan Web. Kedua, publikasi elektronik yaitu kegiatan untuk mempublikasikan berbagai informasi tentang dan oleh perpustakaan. Dalam hal ini, perpustakaan memiliki dan memelihara sendiri suatu situs Web. Penerbitan Web bertujuan untuk mempublikasikan berbagai informasi tentang perpustakaan dan kegiatannya. Kegiatan ini pada dasarnya sama dengan publikasi berbagai selebaran, brosur, pamflet panduan perpustakaan, daftar perolehan baru, katalog dalam berbagai jenis, dan sebagainya yang biasanya dilakukan oleh sebuah perpustakaan, serta kegiatan publikasi lainnya. Dalam kaitan ini, perpustakaan bertindak sebagai penerbit. Situs perpustakaan memberi peluang baru bagi pustakawan untuk melakukan sesuatu yang sebelumnya tergolong sulit untuk dilakukan. Peluang tersebut diantaranya adalah menerbitkan karya khas PT yang tidak diterbitkan tetapi didokumentasikan di perpustakaan sebagai deposit</p>
<p>PT. Karya tersebut antara lain adalah bahan-bahan oleh dan tentang PT, termasuk diantaranya laporan penelitian, karya tulis, makalah seminar, simposium, bahan-bahan kuliah, dan publikasi PT lainnya. Kegiatan lainnya yang dimungkinkan adalah pelayanan perpanjangan pinjaman sebagai alternatif perpanjangan melalui telepon, konsultasi antara pengguna dengan pustakawan referens, penyediaan hubungan ke sumberdaya Web lain, penerbitan buletin, dan sebagainya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3.2 Peran Software Terhadap Pengelolaan Perpustakaan</strong></p>
<p><strong>        </strong>Untuk mempermudah penyajian informasi, diperlukan software khusus untuk mendukung pelayanan perpustakaan. Ada beberapa jenis software yang umum digunakan di perpustakaan berbasis TI baik yang berbasis offline maupun online (open source), di antaranya Athenaeum Light dan Freelib. Athenaeum Light Kata Athenaeum diambil dari bahasa Yunani, yang artinya perpustakaan atau reading room. Nama ini digunakan oleh Sumware Consulting NZ untuk nama produk perangkat lunak &#8216;gratisan&#8217; yang mereka buat. Atheaneum Light 8.5.vi merupakan versi modifikasi dari Athenaeum Light 6.0. yang telah melalui proses konversi menggunakan Filemaker 8.5 dengan kemampuan lebih baik, robust serta mampu mengelola data hingga 8 Tera byte. Athenaeum Light 8.5 ini hanya</p>
<p>dapat bekerja pada OS Windows XP dan 2000 service pack 4, dengan processor minimal Pentium 3 atau lebih tinggi. Dengan software ini para pustakawan akan sangat terbantu dalam pengelolaan perpustakaan, dari proses katalog, input daftar anggota, OPAC, peminjaman, pengembalian, informasi, serta klasifikasi koleksi buku. Pengelola perpustakaan pun tak perlu lagi repot membuat barcode, karena secara otomatis, barcode akan muncul saat pengklasifikasian buku. Freelib, Freelib merupakan singkatan dari Freedom Library yang diambil dari nama Perpustakaan Freedom, yang pertama kali menerapkan aplikasi software ini. Sampai saat ini, Freelib sudah menginjak versi 3.0.2 untuk aplikasi katalog, manajemen versi 1.0.2 sedangkan untuk Linux versi 0.0.4. Spesifikasi hardware yang direkomendasikan minimal pentium 3, 600 Mhz dengan memori 64 Mb. Untuk versi Linux, spesifikasi hardware yang dianjurkan lebih tinggi, minimal pentium 4 dengan memori minimal 128Mb Selain Athenaeum Light dan Freelib, masih ada banyak software lain seperti CDS/ISIS, Open Biblio, IBRA, LIBRA, SIMPEL, Chyprus, dan lain lain. Rata rata program itu merupakan open source dan dibuat secara khusus untuk perpustakaan. Kemudahan yang ditawarkan teknologi itu harus dimbangi dengan meningkatnya sumber daya manusia (SDM) para pustakawan. Mereka harus memahami dan dapat mengaplikasikan segala kemajuan teknologi itu untuk kepentingan</p>
<p>perpustakaan. Karena akan sia-sia saja program-program itu diciptakan, jika tidak dimanfaatkan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3.3</strong><strong>  Peran Komputer</strong><strong> Terhadap Pengelolaan Perpustakaan</strong></p>
<p><strong>     </strong>Komputer diperlukan untuk menerima dan mengolah data menjadi informasi secara cepat dan tepat. Perangkat komputer ini akan digunakan untuk menyimpan data koleksi buku, data anggota perpustakaan, dan OPAC (Online Public Accses Catalogue). Dengan OPAC, para pelanggan perpustakaan bisa mencari informasi koleksi buku yang mereka butuhkan tanpa harus mencari secara langsung. Komputer itu juga bisa dikoneksikan ke internet<strong> </strong>Dalam suatu perpustakaan, katalog merupakan salah satu alat untuk menemukan kembali koleksi pustaka. Menurut Sulistyo-Basuki (1991), katalog perpustakaan adalah daftar buku atau koleksi pustaka dalam suatu perpustakaan atau dalam suatu koleksi. Oleh karena itu, keberadaan katalog sangat penting untuk memudahkan penelusuran informasi.</p>
<p>Katalog merupakan keterangan singkat atau wakil dari suatu dokumen, demikian pula katalog elektronis dari sistem perpustakaan yang terautomasi. Subsistem menyediakan layanan automasi. Sistem katalog yang dirancang dengan baik merupakan kunci keberhasilan penerapan automasi perpustakaan.</p>
<p>Katalog on-line atau OPAC merupakan sistem katalog perpustakaan yang menggunakan komputer. Pangkalan datanya biasanya dirancang dan dibuat sendiri oleh perpustakaan dengan menggunakan perangkat lunak komersial atau buatan sendiri. Katalog ini memberikan informasi bibliografis dan letak koleksinya. Katalog biasanya dirancang untuk mempermudah pengguna sehingga tidak perlu bertanya dalam menggunakannya.</p>
<p>Sebelum teknologi informasi masuk dalam dunia perpustakaan, katalog yang dikenal hanya dalam bentuk kartu atau lembaran kertas. Sekarang katalog tidak saja dibuat dalam bentuk kartu, tetapi juga dalam bentuk digital. Katalog dalam bentuk digital biasanya disimpan dalam <em>hard disk </em>komputer atau media penyimpanan lainnya, seperti disket, CD-ROM, dan DVD.</p>
<p>OPAC bekerja berdasarkan konsep jaringan, baik berupa LAN maupun WAN. LAN digunakan untuk keperluan hubungan kerja dalam satu ruangan atau bangunan, sedangkan WAN untuk keperluan kerja dalam lingkup yang lebih luas, yaitu antarwilayah misalnya menggunakan internet.</p>
<p>Keberadaan katalog kartu atau tercetak pada perpustakaan yang telah menerapkan automasi masih tetap diperlukan, terutama jika jumlah pengunjung banyak tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan komputer penelusuran yang memadai. Selain itu, katalog kartu dapat digunakan dalam kondisi darurat, misalnya listrik mati atau jaringan rusak.</p>
<p>Keuntungan lain dari OPAC dalam bentuk WAN adalah pengguna dapat mengetahui ketersediaan materi informasi yang dicari tanpa harus datang langsung ke perpustakaan, sedangkan permintaan bahan pustakanya dapat dilakukan melalui sarana komunikasi lain. Dengan demikian, pengguna dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga untuk memperoleh koleksi pustaka yang diperlukan.</p>
<p>Dengan adanya OPAC yang terkomunikasi melalui internet, jangkauan pengguna perpustakaan menjadi lebih luas, tidak saja untuk para staf dalam lingkungan sendiri atau pengguna yang datang ke perpustakaan, tetapi juga untuk pengguna atau instansi lain dalam lingkup yang lebih luas. Hal tersebut menjadikan nilai guna informasi jauh lebih tinggi.</p>
<p>Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan OPAC adalah: (1) pengguna dapat mengakses secara langsung ke dalam pangkalan data yang dimiliki perpustakaan, (2) mengurangi beban biaya dan waktu yang diperlukan dan yang harus dikeluarkan oleh pengguna dalam mencari informasi, (3) mengurangi beban pekerjaan dalam pengelolaan pangkalan data sehingga dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja, (4) mempercepat pencarian informasi, dan (5) dapat melayani kebutuhan informasi masyarakat dalam jangkauan yang luas.</p>
<p>Menurut Christie (1986), penggunaan jaringan dalam OPAC dapat memberikan beberapa keuntungan, yaitu penelusuran katalog menjadi lebih cepat sehingga waktu untuk penemuan kembali bahan pustaka yang dicari lebih efisien, serta pengguna dapat langsung mengakses koleksi data, melakukan <em>download </em>data bibliografis, abstrak, artikel lengkap, dan informasi lain yang tersedia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sistem OPAC</strong></p>
<p>Dalam sistem OPAC di sebuah perpustakaan terdapat kegiatan pemasukan data dan validasi atau pengecekan data yang dimasukkan ke dalam basisdata. Apabila ada kesalahan atau keraguan, data dapat dilacak berdasarkan nama pengolah, pemasuk data, dan tanggal pemasukan yang tercantum pada formulir. Dengan menggunakan formulir, pemasukan data menjadi lebih cepat dan fisik bahan pustakanya dapat segera diproses sebagaimana mestinya sehingga dapat segera dipamerkan dan digunakan di unit sirkulasi.</p>
<p>Sistem OPAC yang dikembangkan di PUSTAKA adalah sistem layanan informasi melalui LAN dan WAN, namun karena masih ada keterbatasan, sistem yang dibangun baru pada tahapan LAN. Layanan melalui WAN dilakukan dengan memanfaatkan media internet, sehingga pengguna dapat langsung mengakses informasi dari <em>server </em>pangkalan data. Layanan melalui LAN lebih ditujukan untuk pengguna yang langsung datang ke perpustakaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><strong>BAB IV</strong></p>
<p align="center"><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p><strong>4.1 Kesimpulan</strong></p>
<p>Dari paparan pembahasan diatas maka dapatdi tarik beberapa kesimpulan</p>
<ol>
<li>Terdapat 3 perangkat TI secara umum yang dapat di pergunakan dalam pengelolaan perpustakaan antara lain yaitu: Internet, Software, dan Komputer.</li>
<li></li>
</ol>
<p><strong>4.2 Saran</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>DAFTAR RUJUKAN</strong></p>
<p><strong>Noerhayati S, 1987. <em>Pengelolaan Perpustakaan. </em>Bandung: Offset alumni.</strong></p>
<p>……………………,http://stikom-pti2007-kelompok9.blogspot.com/2007/09/pengertian-internet.html</p>
<p>……………………,http://elink.sinau.web.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=12&amp;Itemid=103<!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kojingtechnolog.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kojingtechnolog.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kojingtechnolog.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kojingtechnolog.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kojingtechnolog.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kojingtechnolog.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kojingtechnolog.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kojingtechnolog.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kojingtechnolog.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kojingtechnolog.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kojingtechnolog.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kojingtechnolog.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kojingtechnolog.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kojingtechnolog.wordpress.com/531/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=531&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/11/19/peran-tik-dalam-perpustakaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4330ab6df6bc9feb9866e9f8acb453c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idaslamet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem komunikasi pendidikan</title>
		<link>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/11/19/sistem-komunikasi-pendidikan/</link>
		<comments>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/11/19/sistem-komunikasi-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2011 05:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kojingtechnolog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah_Ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kojingtechnolog.wordpress.com/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[Sistem komunikasi pendidikan Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya (TP Undiksha 2007) Sistem; totalitas/sesuatu yang menyeluruh dimana didalamnya tedapat bagian*/sub* yang mewmiliki hubungan erat.(siswa,guru,sarana/prasarana,tujuan,materi.) Pd dasarnya sistem dbagi 2: a. Terbuka; sistem yang membuka dirinya terhadap lingkungannya.(sistem pasar,partai) b.Tertutup; sitem yag menutup diri tarhadap lingkungan(mesin sepeda motor) Komunikasi; proses penyampaian pesan memlalui saluran/oleh sumber [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=528&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Sistem komunikasi pendidikan</strong></p>
<p align="center">Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya (TP Undiksha 2007)</p>
<p><strong>Sistem</strong>; totalitas/sesuatu yang menyeluruh dimana didalamnya tedapat bagian*/sub* yang mewmiliki hubungan erat.(siswa,guru,sarana/prasarana,tujuan,materi.)</p>
<p>Pd dasarnya sistem dbagi 2:</p>
<p>a. Terbuka; sistem yang membuka dirinya terhadap lingkungannya.(sistem pasar,partai)</p>
<p>b.Tertutup; sitem yag menutup diri tarhadap lingkungan(mesin sepeda motor)</p>
<p><strong>Komunikasi;</strong> proses penyampaian pesan memlalui saluran/oleh sumber pesan kpada penerima pesan.</p>
<ol>
<li>Pd dasarnya; komunikasi: hububngnan/kejadia* yg ada kaitannya dgn masalah hubungan,dan atau menukar pikiran.</li>
<li>Wilbur schram; brsl dr bhs latin”communis” sepadan dengan common(sama). Apabila kita hendak ko unikasi, maka dlam dr kita akan  muncul persepsi bhwa hasil komnksi adalh berupa wujud persamaan diantara kita.</li>
<li>Hovland; merupakan suatu proses dmana seseorang memindahkan perangsang yang biasanya berupa lambang* kata* untuk mengubah tingkahlaku orang lain.</li>
</ol>
<p><strong>Pendidikan;</strong><span id="more-528"></span></p>
<p>a. Tradisional, bantuan yang diberikn oleh si pendidik(orang dewasa) kpd anak didik/orang yg belum dewasa agar anak itu menjadi dewasa.</p>
<p>b.Modern, proses interaksi manusiawi yang ditandai oleh adanya keseimbangan antara kedaulatanm subyek didik(siswa) dengan kewibawaan pendidik(guru)</p>
<p>c. Brdasarkan UU; UU-RI no.1 th 1989 tntang “sistem pendidiakan nasional”(pasal1) pendidikan merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan,pengAJaran,dan/atau latihan,bagi peranya dimasa yang akan datang.</p>
<p>UU-RI no.20 th 2003&#8230;</p>
<p><strong>Komponen kom.</strong></p>
<ul>
<li>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="white" width="48" height="32">
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p>MED</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>komunikator</li>
</ul>
<ul>
<li>Pesan</li>
<li>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="white" width="52" height="31">
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p>KKN</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="white" width="51" height="36">
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p>KTR</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Media</li>
</ul>
<ul>
<li>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="white" width="51" height="31">
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p>HSL</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="white" width="42" height="28">
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p>PSN</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Komunikan</li>
</ul>
<ul>
<li>Hasil</li>
<li>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="white" width="48" height="26">
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p>MED</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Tujuan</li>
</ul>
<p><strong>Proses kom.</strong></p>
<ul>
<li>Proses primer, penyampaian informasi(pikiran,perasaaan) dari seseorang kepada morang lain dengan menggunakan lambang atau simbol* sebagai medianyas.</li>
<li>Proses skunder,  dimana suatu proses komnkasi yang berlangsung menggunKn alat/sarana sebagai medianya.</li>
</ul>
<p><strong>Bentuk Kom</strong></p>
<ol>
<li>Kom personal
<ol>
<li>Kom intrapersona, bentuk kom ini menunjuk pd suasana batin antara YA dan TIDAK mengenai sesuatu yang bergejolak dalam hati maupun dalam diri seseorang.</li>
<li>Kom. Antar persona, bentuk kom yg menunjukkan pd hubungan antara manusia dg  manusiayg lain/hubungan antar sesama manusia.(percaya-terbuka-sikap sportif)</li>
<li>Kom kelompok
<ol>
<li>Kom kel kecil(ceramah,diskusi panel,simposium,seminar,sumbang saran)</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Ceramah; suatu bentuk komunkasi, interaksi beljr-mengjar, mengenai penyajian fkta* dan prinsip* yg dlkukan mlalui pnjelsan/pnutupn scra  lisan oleh guru thdp skelompok peserta didik.</p>
<p>Diskusi panel; suatu bentuk diskusi yg dipentaskn thdp sjumlah partisifan/pndengar.</p>
<p>Simposium; suatu prtemuan untk mninjau aspek* suatu pkok maslh, atau mngumpulkn bebrapa sudut pndang ttng mslh trsbut yg dlkukan dimuka sjumlh pndengar.</p>
<p>Seminar; mrupkn tempt beljr, bentuk bljr mngjar brklompok(10-15 orng) mngdkan pndlaman/pnylidikn scra trsndiri/brsma* thdp berbgai mslh dgn bimbingan scra cermat oleh seorang /lebih pengjr pd wktu trtentu.</p>
<p>Sumbang saran; suatu proses mnyumbangkn i<!--more-->de* baru tnpa dinilai segra.</p>
<ol>
<li>Kom kel besar, proses kom dmn komunikator berhdpn lngsug dgn massa/komunikan dlm bentuk jamak.</li>
</ol>
<p>c. Kom massa, suatu komksi yang berbntuk surat kabar, radio, TV, dan film yg memiliki sasaran yaitu massa.</p>
<p><strong>Sipat* kom. </strong></p>
<ol>
<li>Tatap mukakom yg dlkukan dgn tatap muka lngsug tnpa mnggunkn media(face to face)</li>
<li>Kom bermedia, ini dlkukn dgn media karena jumlh sasarn trllu besar, lokasi yg jauh, yaitu dgn alat seprti surat kabar, radio, TV,</li>
<li>Kom Verbal,</li>
</ol>
<p>-          Kom verbal lisan, ini komkator maupun komkan sngt dituntun mnguasai bhsa lisan/ kelihaian mreka dlm berbicara/berkomksi.</p>
<p>-      Kom verbal tulis/ctak, ini lebih bisa dipertnggugjwabkn kren mggunakn tulisn/cetakn, utk mghindri penfsiran keliru mka prlu mmprhtiikn pggunaan tnda baca, ejaan,dll.</p>
<ol>
<li>Kom non verbal, ini kom yg tnoa mggunkan kata*(lisn/tulis)</li>
</ol>
<p><strong>Tujuan kom.</strong></p>
<p>-        Trjadinya perubahn sikap/attitude change</p>
<p>-        Terjdinya perubhan pndpt</p>
<p>-        Terjdinya perubhan prilaku</p>
<p>-        Terjdinya perbhan sosial</p>
<p><strong>Fungsi  kom</strong></p>
<p>-        Penjajagan lingkungan</p>
<p>-        Mnghubungkn bagian* yg terpisah dari dan utk mnanggapi lingkungan.</p>
<p>-        Mnurunkan warisan sosial dari satu generasi ke generasi berikutnya.</p>
<p><strong>Metode kom</strong></p>
<ol>
<li><strong>Jurnalistik</strong>, kgiatan dalm kom yg dlkukn dgn cara menyiarkan berita/ulasannya mngnai berbagai perirtiwa.</li>
<li><strong>Hubunan masyrkt</strong>, kegiatn utk menanmkan dn mproleh pngrtian, good-will, kprcayaan, pnghrgaan kpd publik.</li>
<li><strong>Periklanan,</strong> IKLAN; penyewaan ruangan dlm media massa yg bertujuan utk mperkenlkan Good-will jasa/barang.</li>
</ol>
<p>REKLAME; bntuk prnyataan yg mggunakan tenaga pngikat yg dlkukn produsen utk mpengaruhi konsumen agr penjualan barng n jasa mnjadi brtmbah baik.</p>
<ol>
<li><strong>Pamera</strong>n, penyajian visual dgn benda* 2/3 dimensi dgn mksud mngkomunikasikn ide/imformasi kpd orng bnyak. Tujuan : mpertontonkn,mperlihtkn,mprkenlkn, mragakn,</li>
<li><strong>Publisitas</strong>, kom dgn mberikn hand-out yaitu berita* ygbsudah tersusun rapi, disiarkn mlalui release(siap utk dmuat)/ dgn myiapkn kjdian yg amat mnarik para wartawan utk myiarkn/memuatnya.</li>
<li><strong>Propaganda</strong>, kampanye yg sengja dgn sengja mngjak/mbimbing utk mpengaruhi/mbujuk orng guna mnerima suatu pndngan,sentimen,ide,atau nilai.</li>
<li><strong>Perang urat syaraf</strong>, istilah baru nagi gagsan lama ttng bgaimna caranya mmnangkan perang tnpa kekuatn.</li>
<li><strong>Penerangan</strong>, mennamkan komnikasi obyek dmna imformasi yg diterima komnikan dpt berupa fakta* dan bukn bersipt propaganda.</li>
</ol>
<p><strong>Model* kom</strong></p>
<ol>
<li>Model jarum injeksi: hal yag mlatarblakangi model ini adlh kykinan bhw khalayak bersikp pasif thdp brbagai mcm imformsi, sbliknya media-lah yg aktif utk mpengaruhi audience.</li>
<li>Model alir satu tahap, ini h,pir msama dg injeksi yaitu saluran media massa lngsug berhubungan dg audiencenya.</li>
<li>Model alir dua Tahap, modl ini mngasumsikan bhw pesan* mdia massa tdk sluruhnya lngsug mngenai audince, ini dikenl pihak* trtentu yg mbawa pesan dari media ke masyarakat.</li>
<li>Model alir banyak tahp, mnytakan bahw pesan* media mnyebar kpd audience/khalayak mlalui interkasi yg komplek.</li>
</ol>
<p><strong>Bidang* kom </strong></p>
<p>-          komkasi sosial</p>
<p>-          kom manajemen/organisai</p>
<p>-          kom politik</p>
<p>-          kom inernasional</p>
<p>-          kom perusahaan</p>
<p>-          kom pembangunan</p>
<p>-          kom lingkungan</p>
<p>-          kom antarbudaya</p>
<p>-          kom tradisional</p>
<p>-          kom pendidikan</p>
<p><strong>efektivitas kom</strong></p>
<p><strong>syarat </strong>yg dpnuhi:</p>
<ol>
<li>mampu mbina hubgn yg akrab,hangt, mesra dg org lain.</li>
<li>Mmpu membaca situasi n kondisi.</li>
<li>Mmliki ksesuaian pngetahuan</li>
<li>Harus ada 3 unsur : komnktor, kmnikan, pesan.</li>
<li>Komktor hrs dp mnyntuh kbtuhan komkan.</li>
<li>Isi pesan hars mnarik n berpegngan pd AIDDA</li>
<li>Tdk dtmui hmbatn dlm komksi.</li>
</ol>
<p><strong>Ada 5 faktor</strong>: pengertian, kesenngan, sikp positif, hubngn yg baik, n tindakan.</p>
<p><strong>Hambatan kom.</strong></p>
<p>-  Gangguan geografis(lokasi brjauhan)</p>
<p>-  Gnguan sosial-budaya</p>
<p>- Gnguan teknis</p>
<p>- Gnguan biologis</p>
<p>- Gnguan yg bersumber pd noice-factor(suara)</p>
<p>- Gnguan yg bersumber pd tiadanya motivasi</p>
<p>- Gnguan prasangka</p>
<p>- Gnguan krn faktor sematik</p>
<p><!--more--><!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kojingtechnolog.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kojingtechnolog.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kojingtechnolog.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kojingtechnolog.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kojingtechnolog.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kojingtechnolog.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kojingtechnolog.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kojingtechnolog.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kojingtechnolog.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kojingtechnolog.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kojingtechnolog.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kojingtechnolog.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kojingtechnolog.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kojingtechnolog.wordpress.com/528/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=528&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/11/19/sistem-komunikasi-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4330ab6df6bc9feb9866e9f8acb453c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idaslamet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Berbasis Multi Budaya</title>
		<link>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/pendidikan-berbasis-multi-budaya/</link>
		<comments>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/pendidikan-berbasis-multi-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2011 02:03:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kojingtechnolog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah_Ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kojingtechnolog.wordpress.com/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha Angkatan: 2007 Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA Secara sederhana pendidikan multi budaya dapat didefinisikan sebagai &#8220;pendidikan untuk/tentang keragaman kebudayaan dalam meresponi perubahan demografis dan kultural lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan. Agar definisi ini bermanfaat, maka diperlukan untuk mendefinisikan kembali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=519&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya<br />
Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha<br />
Angkatan: 2007<br />
Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA</p>
<p>Secara sederhana pendidikan multi budaya dapat didefinisikan sebagai &#8220;pendidikan untuk/tentang keragaman kebudayaan dalam meresponi perubahan demografis dan kultural lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan. Agar definisi ini bermanfaat, maka diperlukan untuk mendefinisikan kembali apa yang dimaksud dengan &#8220;budaya&#8221; dan &#8220;kebudayaan&#8221;. Dan upaya perumusan ini, jelas tidak mudah, karena perubahan-perubahan yang begitu cepat dan dramatis dalam kebudayaan itu sendiri, khususnya karena proses globalisasi yang semakin meningkat. Di dalamnya terdapat interaksi, toleransi, dan bahkan integrasi-desintegrasi. <span id="more-519"></span>Singkat kata, multibudaya merupakan suatu fakta yang harus diterima dan diolah secara positif demi perkembangan kebudayaan. Konsep masyarakat multi budaya diperkenalkan untuk membedakan dengan pengertian masyarakat mono kultur (mono budaya). Masyarakat mono kultur adalah masyarakat  asli (archais) atau etnis yang semua anggotanya begitu baik tanpa pengecualian terikat secara paksa berdasarkan nilai-nilai yang dominan dan kuat dalam struktur masyarakatnya. Sedangkan masyarakat multi budaya adalah masyarakat yang terdiri atas etnis dan kebudayaan yang beranekaragam namun hidup berdampingan. Kehidupan komunitas  mereka tidak diatur oleh sistem budaya tunggal dan tertutup, melainkan terdiri atas sistem nilai yang beragam. Postulat terbentuknya masyarakat multi kultural tidak terlepas dari migrasi penduduk baru secara besar-besaran.<br />
Pengertian masyarakat multi budaya dan multi kulturalisme diperkenalkan pertama kali  tahun 1964 di Winnipeg/Manitoba Kanada oleh sosiolog Charles Hobart pada Konferensi Dewan Kanada tentang Kristen dan Yesus. Kedua pengertian itu merujuk pada suatu fenomena migrasi multietnis dan masyarakat dengan lingkup ruang yang besar. Meskipun konsep masyarakat multi budaya masih problematik, secara umum masyarakat multi budaya dinyatakan sebagai sebuah kumpulan beraneka ragam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang eksis satu sama lain di atas suatu wilayah. Misalnya Hoffman-Nowotny menekankan dalam suatu masyarakat multi budaya terdapat dua atau lebih kelompok masyarakat yang terpisah dari kelompok mayoritas. Sekalipun demikian, diantara mereka lahir kesadaran akan perasaan kebersamaan dan identitas menyeluruh kehidupan bersama untuk membentuk perasaan bersama akan ketentraman dan keamanan.<br />
Hasil penelitian mengenai pendidikan multi budaya dengan model pembelajaran kooparatif umumnya menunjukkan temuan yang positif. Tinjauan yang dilakukan oleh Robert Slavin (1989) terhadap 68 penelitian menunjukkan 72% siswa memiliki hasil belajar yang tinggi, mempercepat pembelajaran, meningkatkan daya ingat, membentuk sikap positif terhadap pembelajaran itu sendiri, dan belajarpun menjadi sangat menyenangkan bagi peserta didik. Menurutnya, tingginya hasil tersebut dimungkinkan karena adanya atmosfir atau iklim yang saling mendorong, saling ketergantungan positif, dan tanggung jawab individu yang tinggi untuk sukses dalam kelompok. Davidson (1985) sebelumnya juga menemukan hal yang hampir sama, khususnya dalam pembelajaran matematika, Kohlberg (1995) menemukan dampak posisif dalam perkembangan moral. Namun Woolfolk dan Nicolish (1984) menyarankan sebaiknya pembelajaran tersebut digunakan untuk tujuan yang lebih kompleks. Sementara Cross (1991) menyatakan sebagai cara pembelajaran yang sangat berguna dalam membangun sikap rasial (keberagaman) yang positif di kalangan generasi muda. pendidikan multi budaya, lintas budaya yang bertujuan mengajarkan tentang banyak kelompok budaya atau sosial dengan segala keunikannya, maka sudah sepantasnya pendidikan budaya mulai digalakkan kembali. Banyak hal yang didapat pada saat kita mempelajari kesenian atau budaya, diantaranya pada saat mempelajari budaya secara tidak sadar ia merasakan pengalaman budaya dari kelompok tersebut. Pengalaman budaya tersebut dirasakan melalui mitos, simbol, keyakinan, harapan masyarakat bahkan ketakutan juga dirasakan.<br />
Dalam suara yang serempak beberapa cendekiawan atau pengamat berpendapat bahwa di satu sisi multibudaya menjadi sumber perekat keragaman etnis, tetapi secara bersamaan keberagaman ini juga merupakan potensi konflik yang sewaktu-waktu manifest saat semangat primordialisme tidak mampu dikelola dan dikendalikan secara bijaksana. Dalam lintasan sejarahnya, konflik yang ditimbulkan karena kondisi faktual multi budaya selalu beragam antar satu daerah dengan daerah lain dan dapat merembes kedalam proses politik Indonesia(contoh pilkada dibeberapa daerah). Akan tetapi, bersamaan dengan terjadinya kerusuhan di berbagai daerah di nusantara, tingkat migrasi ke daerah yang relatif aman menjadi semakin tinggi, sehingga sangat beralasan bila fenomena ini perlu diantisipasi secara positif. Pada titik inilah diperlukan strategi pemberdayaan masyarakat dalam dinamika multikultural.<!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kojingtechnolog.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kojingtechnolog.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kojingtechnolog.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kojingtechnolog.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kojingtechnolog.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kojingtechnolog.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kojingtechnolog.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kojingtechnolog.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kojingtechnolog.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kojingtechnolog.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kojingtechnolog.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kojingtechnolog.wordpress.com/519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kojingtechnolog.wordpress.com/519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kojingtechnolog.wordpress.com/519/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=519&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/pendidikan-berbasis-multi-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4330ab6df6bc9feb9866e9f8acb453c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idaslamet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Indonesia yang Multikultural</title>
		<link>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/masyarakat-indonesia-yang-multikultural/</link>
		<comments>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/masyarakat-indonesia-yang-multikultural/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2011 01:57:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kojingtechnolog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah_Ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kojingtechnolog.wordpress.com/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha Angkatan: 2007 Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA Karakteristik kebudayaan nasional seperti tersebut di atas dan adanya keterbukaan masyarakat Indonesia telah memperkuat kemajemukan dari masyarakat Indonesia. Kemjemukan masyarakat Indonesia dapat dilihat baik secara vertical maupun horizontal (Nasikun, 1987). Diskripsi tentang kemajemukan masyarakat Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=517&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya<br />
Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha<br />
Angkatan: 2007<br />
Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA</p>
<p>Karakteristik kebudayaan nasional seperti tersebut di atas dan adanya keterbukaan masyarakat Indonesia telah memperkuat kemajemukan dari masyarakat Indonesia. Kemjemukan masyarakat Indonesia dapat dilihat baik secara vertical maupun horizontal (Nasikun, 1987). Diskripsi tentang kemajemukan masyarakat Indonesia digambarkan dengan baik oleh H. Geertz (1981) bahwa di Indonesia terdapat lebih dari tiga ratus kelompok yang berbeda-beda masing-masing mempunyai identitas kebudayaan sendiri. C. Greetz (2000) menyatakan bahwa kemajemukan masyarakat Indonesia dapat dilihat dari panjangnya rentang sosiohistoris lebarnya rentang sosial dan beranekanya sistem ekonomi, sistem stratipikasi serta berbagai aturan kekerabatan yang unik. Koentjaraningrat (1987) membahas karakteristik sosiokultural dari berbagai etnis yang ada di Indonesia. Y. Boelaars (1984)menyatakan bahwa masyarakat Indonesia sebagai masyarakat majemuk plunform.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kojingtechnolog.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kojingtechnolog.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kojingtechnolog.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kojingtechnolog.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kojingtechnolog.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kojingtechnolog.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kojingtechnolog.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kojingtechnolog.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kojingtechnolog.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kojingtechnolog.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kojingtechnolog.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kojingtechnolog.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kojingtechnolog.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kojingtechnolog.wordpress.com/517/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=517&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/masyarakat-indonesia-yang-multikultural/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4330ab6df6bc9feb9866e9f8acb453c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idaslamet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebudayaan Global</title>
		<link>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/kebudayaan-global/</link>
		<comments>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/kebudayaan-global/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2011 01:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kojingtechnolog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah_Ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kojingtechnolog.wordpress.com/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha Angkatan: 2007 Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA Globalisasi adalah proses kebudayaan yang ditandai dengan adanya kecendrungan wilayah-wilayah di dunia baik geografis maupun fisik, menjadi semakin sempit, sehingga intensitas interaksi/ dialog format sosial, budaya, ekonomi, dan politik semakin intensif. (Nugroho, 2001; Rachbini, 2001; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=514&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya<br />
Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha<br />
Angkatan: 2007<br />
Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA</p>
<p>Globalisasi adalah proses kebudayaan yang ditandai dengan adanya kecendrungan wilayah-wilayah di dunia baik geografis maupun fisik, menjadi semakin sempit, sehingga intensitas interaksi/ dialog format sosial, budaya, ekonomi, dan politik semakin intensif. (Nugroho, 2001; Rachbini, 2001; Thompson, 2001). Hal itu tidak bisa dilepaskan dari adanya kemajuan teknologi trasportasi dan media komonikasi kebudayaan sehingga arus manusia, citra, komoditas, uang, imformasi, dan ide termasuk di dalamnya teknologi sangat deras mengalir dari pusat ke pinggiran atau dari negara maju (Lull, 1998). Sehubungan dengan hal itu ada yang menyatakan bahwa fenomena itu akan mengakibatkan suatu integrasi semua sistem-sistem kecil menjadi satu, yakni global atau kehidupan global.<span id="more-514"></span><br />
	Secara subastansial dalam setiap budaya ada dua kekuatan, yakni kekuatan statis dan dinamis, kekuatan untuk perubahan, dan untuk pelestarian, atau tradisional dan inovasi. Kedua kekuatan budaya tersebut akan selalu mewarnai dalam proses dialog budaya dan menentukan bagi terjadinya perubahan dan kebertahanan suatu unsur wujud budaya dalam suatu masyarakat. Kesadaran seperti itu sangat penting tumbuh dan berkembang pada diri setiap insan budaya, sehingga kedepan kekhawatiran akan kehilangan jati diri maupun keterasingan budaya pada suatu masyarakat tidak terjadi. Pentingnya pandangan semacam itu juga terkaitan dengan perkembangan pemikiran teori-teori sosial budaya belakangan ini yang dikenal dengan teori kritis/ postmodernisme. Artinya globalisme merupakan sebuah tatanan dunia baru dimana  informasi antar negara berlangsung dalam jaring-jaring kekuasaan yang horisontal/ demokratis, baik negara maju dan terbelakang sama-sama menyadari saling butuh informasi. Tapi apabila globalisme dilihat sebagai tatanan konsensus, maka globalisme itu kontradiksi besar dengan postmodernisme. Dalam konteks ini globalisme dilihat sebagai sebuah tatanan keesatuan konsensus dari kacamata semata-mata ekonomis dan politis, maka problematika modernisme dengan gaya-gaya kolonisasi pasarnya terus bergerak, sebab informasi dengan sendirinya akan terkonsentrasi dan tergenggam di dalam satu kekuasaan besar. Berarti proses informasi akan berjalan secara vertical dan represif.<br />
	Proses sejarah dominasi pada dasarnya dapat dibagi kedalam tiga periode formasi sosial yaitu:<br />
	fase pertama adalah feriode kolonialisme yakni fase perkembangan kapitalisme di Eropa yang mengharuskan ekspansi secara fisik untuk memastikan perolehan bahan baku mentah, yang dikenal dengan kolonialisme.<br />
	Fase kedua dikenal sebagai era pembangunan atau era developmentalisme. Periode ini ditandai dengan masa kemerdekaan negara Dunia Ketiga secara fisik, tetapi tetap terjajah secra teori dan ideologi, adanya dominasi negara-negara bekas penjajah terhadap bekas koloninya melalui kontrol terhadap perubahan sosial.<br />
	Fase ketiga terjadi menjelang abad 21 ditandai dengan liberalisasi sebagai bidang yang dipaksakan melalui struktural Adjustment Program oleh lembaga pinansial global, dengan disepakati oleh rezim GATT dan perdagangan bebas, suatu organiasi global yang dikenal dengan WTO (word trade organization).<br />
<!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kojingtechnolog.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kojingtechnolog.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kojingtechnolog.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kojingtechnolog.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kojingtechnolog.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kojingtechnolog.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kojingtechnolog.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kojingtechnolog.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kojingtechnolog.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kojingtechnolog.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kojingtechnolog.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kojingtechnolog.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kojingtechnolog.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kojingtechnolog.wordpress.com/514/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=514&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/kebudayaan-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4330ab6df6bc9feb9866e9f8acb453c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idaslamet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebudayaan Nasional dan Daerah</title>
		<link>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/kebudayaan-nasional-dan-daerah/</link>
		<comments>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/kebudayaan-nasional-dan-daerah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2011 01:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kojingtechnolog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah_Ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kojingtechnolog.wordpress.com/?p=512</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha Angkatan: 2007 Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA Masyarakat Indonesia dan kompleks kebudayaannya masing-masing adalah plural (jamak) dan sekaligus juga heterogen (aneka ragam). Pluralitas mengindikasikan adanya suatu situasi yang terdiri dari kejamakan, dan bukan ketunggalan. Sedangkan heterogenitas mengindikasikan suatu kualitas dari keadaan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=512&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya<br />
Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha<br />
Angkatan: 2007<br />
Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA</p>
<p>Masyarakat Indonesia dan kompleks kebudayaannya masing-masing adalah plural  (jamak) dan sekaligus juga heterogen (aneka ragam). Pluralitas mengindikasikan adanya suatu situasi yang terdiri dari kejamakan, dan bukan ketunggalan. Sedangkan heterogenitas mengindikasikan suatu kualitas dari keadaan yang menyimpan ketidaksamaan dalam unsure-unsurnya. Artinya, masing-masing subkelompok masyarakat itu beserta dan kebudayaannya bisa sungguh-sungguh berbeda satu dari yang lainnya (Kusumohamidjojo,2000).<br />
	Hal yang menonjol dari ciri kemajemukan masyarakat Indonesia adalah penekanan pada pentingnya kesukubangsaan yang terwujud dalam bentuk komuniti-komuniti sukubangsa, dan digunakannya kesukubangsaan sebagai acuan utama bagi jati diri. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pluralisma masyarakat Indonesia dicerminkan oleh banyaknya suku bangsa yang bernaung didalamnya. I8dentitas budaya etnik, terakumulasikan dalam berbagai ruang kultur, misalnya dala bentuk ritual keagamaan, pementasan, kesenian, dll. Terjadinya kemajemukan pada masyarakat Indonesia disebabkan oleh berbagai factor, yaitu : faktor geografis, faktor histories,faktor sosial-budaya, faktor sosial ekonomi, faktor sosial politik, dan faktor sosial psikologis (Sumaatmadja, 1980).<span id="more-512"></span><br />
	Di satu pihak kita bangga akan keanekaragaman etnik/budaya yang ada dalam masyarakat kita, namun sesuai dengan konsep rwa bhineda atau oposisi binary, dibalik berkah itu, kemultietnikan mengandung pula musibah, yakni kerawanan akan konflik. Mengingat kenyataan seperti itu maka negara ini hanya bisa bertahan dalam persatuan jika segenap warga dan pemerintahnya memberikan tempat yang pantas pada keanekaragaman tersebut sambil menjalankan penyelenggaraan pemerintahan yang menghormati kemandirian daerah tetapi juga mengkedepankan solidaritas untuk memajukan daerah-daerah diseluruh Indonesia. Komitmen kearah itu tampaknya sudah diupayakan, dan terwujudkan terbukti dari ditetapkannya Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999, tentang Pemerintahan Daerah/Otonomi Daerah. Ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang tersebut mengarah kepada pemberdayaan masyarakat lokal dalam segala aspeknya, termasuk bidang kebudayaan. Dengan kata lain kebudayaan daerah/lokal diposisikan sebagai sumber daya bagi pembangunan yang harus dipedomani dan sekaligus diberdayakan, sehingga masyarakat lokal berkembang diatas basis kebudayaannya sendiri (Atmadja, 2000).<br />
	Kemajemukan bangsa Indonesia yang disemboyankan dalam Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi Satu) berarti terhimpunnya beragam suku bangsa menjadi satu bangsa. Semboyan ini terwujud oleh adanya dorongan cita-cita sebagai landasan ideal yang dijadikan rujukan dalam perjalanan bangsa Indonesia dari waktu ke waktu.sehubungan dengan hal itulah maka diupayakan merumuskan konsepsi kebudayaan nasional, sebagaimana tampak dari munculnya berbagai pemikiran tentang kebudayaan. Menurut Sultan Alisyahbana, kebudayaan nasional harus diciptakan sebagai sesuatu yang baru dengan mengambil banyaknya unsur-unsur  dari kebudayaan Barat, seperti; teknologi, orientasi ekonomi, keterampilan berorganisasi, dan ilmu pengetahuan. Sedang Sanusi Pane berpendapat bahwa kebudayaan nasional Indonesia sebagai kebudayaan timur harus mementingkan kerohanian, perasaan, dan gotong royong. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Poerbatjaraka, yang menyatakan bahwa dalam membangun kebudayaan baru harus memperhatikan sejarah dan kebudayaan  bangsa sendiri. Dengan demikian kebudayaan Indonesia benar-benar berakar pada kebudayaan suku-suku bansa Indonesia. Ki Hajar Dewantara juga berpendapat bahwa kebudayaan nasional Indonesia adalah puncak dari kebudayaan daerah. Dalam perkembangan    pemikiran tentang kebudayaan nasional tampaknya berbagai pendapat yang berkembang terakomodasi dalam rumusan kebudayaan nasional sebagaimana tertuang dalam ketentuan pasal 32 UUD’45 dan penjelasannya. Dalam pasal 32 UUD’ 45 dinyatakan bahwa pemerintah memajukan kebudayaan nasional. Lebih lanjut dalam penjelasan UUD’ 45 dinyatakan sebagai berikut :<br />
Kebudayaan bangsa adalah kebudayaan yang timbul sebagai hasil usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan yang lama dan asli yang  terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju kea rah kemajuan abad, budaya, dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dan kebudayaan bangsa sendiri, serta mempertinggi derajat kemanusiaan Indonesia.<br />
        Penjelasan tersebut pada dasarnya mengandung makna tentang isi dan arah pengembangan kebudayaan nasional, baik sebagai lambing integritas, lambing keselarasan, dan lambang kemajuan. Sebagai lambang yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan sebagai lambang kesataraan kebudayaan nasional harus berupaya mewujudkankerangka acuan bagi penyelenggara kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdaulat dan menempatkan diri setara dengan kemajuan, kebudayaan nasional harus mampu merangsang kreativitas pembaharuan menuju peradaban ( Symbol of modernization ) ( Budhisantoso, 1997 ). Sehubungan dengan hal tersebut maka Poespowardoyo mengemukakan bahwa dalam mengembangkan kebudayaan nasional perlu memperhatikan asas-asas pokok yang terkandung dalam pancasila ( asas ketuhanan, asas kemanusiaan yang adil dan beradab, asas kesatuan bangsa, asas kerakyatan, dan asas keadilan ) dan asas-asas penguat seperti asas kebhinekaan, asas kreativitas, asas ketuhanan, asas kekeluargaan, dan asas keberlangsungan hidup bangsa ( Supartono, 2001 ). Sehingga kebudayaan nasional benar-benar menjadi gagasan kolektif, dan fungsional dalam setiap dinamika masyarakat Indonesia.<br />
Kebudayaan nasional menurut Kontjaradiningrat mempunyai dua fungsi, yaitu:<br />
(1)	sebagai suatu system gagasan dan perlambang yang memberikan identitas kepada warga negara Indonesia.<br />
(2)	sebagai suatu system gagasan dan perlambang yang dapat dipakai oleh semua warga negara Indonesia yang berbhineka untuk saling berkomunikasi, dan memperkuat solidaritas. </p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tr>
<td width="0">
<p>&nbsp;</td>
<td width="523" colspan="2" valign="top">
<p align="center"><strong>Unsur-unsur    Pemberi Identitas Indonesia</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="268" colspan="2" valign="top">
<p align="center"><strong>Unsur Universal</strong></p>
</td>
<td width="255" valign="top">
<p align="center"><strong>Unsur Khusus</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="268" colspan="2" valign="top">
<p>Bahasa</p>
<p>Teknologi</p>
<p>Organisasi sosial</p>
<p>Sistem pengetahuan</p>
<p>Kesenian</p>
</td>
<td width="255" valign="top">
<p>Bahasa Indonesia<br />
      Bahasa Daerah<br />
      Teknologi erkeologi prahistori<br />
      Arsitektur tradisional<br />
      Desa Adat dengan berbagai tata karma    desa adatnya<br />
      Subak<br />
      Ilmu obat-obatan tradisional<br />
      Seni tekstil tradisional, seni rias,    seni lukis, lukis tradisional, seni relief dan ukir, seni suara tradisional,    seni masak, seni arsitektur, seni tari, bela diri, seni drama tradisional,    seni wayang. </p>
</td>
</tr>
</table>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tr>
<td width="0">
<p>&nbsp;</td>
<td width="523" colspan="2" valign="top">
<p align="center"><strong>Unsur-unsur    wahana komonikasi dan penguat solidaritas nasional</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="268" colspan="2" valign="top">
<p align="center"><strong>Unsur Universal</strong></p>
</td>
<td width="255" valign="top">
<p align="center"><strong>Unsur Khusus</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="268" colspan="2" valign="top">
<p>Bahasa</p>
<p>Ekonomi </p>
<p>Organisasi sosial</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kesenian</p>
</td>
<td width="255" valign="top">
<p>Bahasa Nasional</p>
<p>Pengelolaan Gaya Indonesia</p>
<p>Idiologi Negara (Pancasila)<br />
        Hukum Nasional<br />
        Tata krama nasional<br />
        Seni lukis masa kini<br />
        Seni sastra dalam bahasa nasional<br />
        Seni drama masa kini, termasuk seni    film </p>
</td>
</tr>
</table>
<p><!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kojingtechnolog.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kojingtechnolog.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kojingtechnolog.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kojingtechnolog.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kojingtechnolog.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kojingtechnolog.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kojingtechnolog.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kojingtechnolog.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kojingtechnolog.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kojingtechnolog.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kojingtechnolog.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kojingtechnolog.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kojingtechnolog.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kojingtechnolog.wordpress.com/512/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=512&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/kebudayaan-nasional-dan-daerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4330ab6df6bc9feb9866e9f8acb453c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idaslamet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia mahluk membudaya</title>
		<link>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/manusia-mahluk-membudaya/</link>
		<comments>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/manusia-mahluk-membudaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2011 01:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kojingtechnolog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah_Ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kojingtechnolog.wordpress.com/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha Angkatan: 2007 Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA Kebudayaan merupakan fenomena universal. Setiap masyarakat-bangsa di dunia memiliki kebudayaan, meskipun bentuk dan coraknya berbeda-beda antara masyarakat-bangsa yang satu dengan masyarakat-bangsa yang lainnya. Fenomena tersebut jelas menampakan keberadaan manusia sebagai cultural being, mahluk budaya. Keberadaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=507&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya<br />
Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha<br />
Angkatan: 2007<br />
Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA</p>
<p>Kebudayaan merupakan fenomena universal. Setiap masyarakat-bangsa di dunia memiliki kebudayaan, meskipun bentuk dan coraknya berbeda-beda antara masyarakat-bangsa yang satu dengan masyarakat-bangsa yang lainnya. Fenomena tersebut jelas menampakan keberadaan manusia sebagai cultural being, mahluk budaya. Keberadaan manusia sebagai mahluk budaya merupakan suatu fakta historis. Fakta historis ini sekaligus juga mengandaikan keberadaan manusia sebagai salah satu dari mahluk-mahluk lainnya dan keistimewaan manusia yang secara hakiki membedakannya dengan mahluk lain, yaitu manusia membudaya, atau sebagai pencipta kebudayaan. Dan sebagai ciptaan manusia, kebudayaan adalah ekspresi eksitensi manusia di dunia. Namun manusia dan kebudayaan, berhubungan secara dialektis. Artinya ada interaksi kreatif antara manusia dengan kebudayaan.  Kebudayaan adalah produk manusia namun manusia sendiri adalah produk kebudayaan. Dialektika fundanmental tersebut terdiri dari tiga tahap, yaitu: ekternalisasi, adalah proses pencurahan diri manusia secara terus menerus kedalam dunia melalui aktivitas fisik dan mentalnya dalam rangka penciptaan kebudayaan. Objektivasi, adalah tahap dimana aktivitas manusia menghasilkan suatu realitas objektif yang berada diluar diri manusia. Jadi manusia sudah menghasilkan produk-produk tertentu, baik dalam berbagai wujud budayanya. Internalisasi ialah tahap dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia kembali diserap oleh manusia. Dengan kata lain, struktur dunia objektif, hasil karya, ditrasformasikan kembali kestruktur kesadaran subjektifnya. Jadi realitas eksternal kembali menjadi realitas internal (Maran, 2000).<span id="more-507"></span><br />
	Hal ini sejalan dengan definisi kebudayaan sebagai a design for living, suatu desain kehidupan, dan sebagai a set of control mechanisms. Melalui hal itulah manusia menghadaptasikan diri dengan lingkungannya. Dalam proses adaptasinya manusia dipengaruhi oleh factor internal (motivasi, pengalaman, pengetahuan/pendidikan, persepsi, interprestasi, katagorisasi), factor eksternal (impormasi, nilai/norma sosial-budaya, kondisi situasi lingkungan biogeofisik-sosbud), Desain kehidupan itu diperoleh manusia melalui proses belajar. Oleh karena itu perkembangan manusia sangat tergantung pda proses sosialisasi dan  enkulturasi (Maran,2000;Horton dan Hunt, 1991). Sehubungan dengan hal itulah Ruth Benedict menyatakan bahwa kebudayaan sebenarnya adalah istilah sosiologis untuk tingkahlaku yang bisa dipelajari. Disini terlihat betapa pentingnya peranan pendidikan dalam pembentukan kepribadian manusia. Kepribadian manusia yang sangat mempengaruhi action manusia.<br />
<!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kojingtechnolog.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kojingtechnolog.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kojingtechnolog.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kojingtechnolog.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kojingtechnolog.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kojingtechnolog.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kojingtechnolog.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kojingtechnolog.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kojingtechnolog.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kojingtechnolog.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kojingtechnolog.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kojingtechnolog.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kojingtechnolog.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kojingtechnolog.wordpress.com/507/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=507&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/manusia-mahluk-membudaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4330ab6df6bc9feb9866e9f8acb453c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idaslamet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian kebudayaan</title>
		<link>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/pengertian-kebudayaan/</link>
		<comments>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/pengertian-kebudayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2011 01:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kojingtechnolog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah_Ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kojingtechnolog.wordpress.com/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha Angkatan: 2007 Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA PENGERTIAN KEBUDAYAAN Kata kebudayaan berasal dari kata budh&#8212;&#62; budhi&#8212;&#62; budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=505&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : I Gede Ida Selamet Satriya<br />
Jurusan : Teknologi Pendidikan Undiksha<br />
Angkatan: 2007<br />
Mata Kuliah: FENOMENA PENDIDIKAN MULTI BUDAYA</p>
<p>PENGERTIAN KEBUDAYAAN<br />
Kata kebudayaan berasal dari kata budh&#8212;&gt; budhi&#8212;&gt; budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia (supartono, 2001; Prasetya, 1998).<br />
	Mengenai definisi kebudayaan telah banyak sarjana-sarjana ilmu sosial yang mencoba menerangkan dari sudut pandangnya masing-masing. A.L. Kroeber dan C. Kluckhohn menyatakan bahwa da sekitar 179 definisi tentang kebudayaan. Oleh karena itu pemilihan definisi kebudayaan yang tepat sangat sukar. Sehubungan dengan hal itu maka akan dicoba memaparkan beberapa definisi kebudayaan.<span id="more-505"></span><br />
a.	E.B Tylor, menyatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks yang didalamnya meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, adapt istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang mempelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.<br />
b.	R. Linton, menyatakan bahwa kebudayaan adalah merupakan konfigurasi dari tingkah laku yang dipelajari dan hasil dari tingkah laku itu yang unsur-unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota dari masyarakat tertentu.<br />
c.	  Herkovits, menytakan bahwa kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia.<br />
d.	Krober dan Kluckhohn, menyatakan bahwa kebudayaan adalah pola, eksplisit dan implicit, tentang untuik perilaku yang dipelajari dan diwariskan melalui simbol-simbol, yang merupakan prestasi khas manusia, termasuk perwujudannya dalam benda-benda budaya.<br />
e.	Ki Hajar Dewantara, menyatakan bahwa kebudayaan adalah buah dari manusia, yang merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, alam danh jaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di alam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya besipat tertib dan damai.<br />
f.	Soedjatmoko, mengemukakan kebudayaan adalah penjelmaan manusia dalam penghadapannya dengan lingkungan alam dan sosialnya dengan ruang dimana ia hidup dan dalam penghadapannya dengan waktu, peluang dan pilihan, kesinambungan dan perubahan, serta sejarah (Soedjatmoko 1985)<br />
g.	Koentjaraningrat, menyatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakanya dengan belajar serta keseluruhan dari hasil budi pekertinya (Supartono, 2001; Keesing, 1992).</p>
<p>Definisis kebudayaan tersebut di atas tampaknya kebanyakan definisi dan pemakaiannya telah mengaburkan perbedaan penting antara kebudayaan sebagai pola untuk perilaku dengan pola dari perilaku.<br />
Dari definisi-definisi kebudayaan tersebut di atas dapat dinyatakan bahwa inti pengertian kebudayaan mengandung beberapa ciri pokok, yaitu sebagai berikut :<br />
a.	Kebudayaan itu beraneka ragam.<br />
b.	Kebudayaan itu diteruskan melalui proses belajar.<br />
c.	Kebudayaan itu terjabarkan dari komponen biologi, psikologi, sosiologi, dan eksistensi manusia.<br />
d.	Kebudayaan itu berstruktur.<br />
e.	Kebudayaan itu terbagi dalam aspek-aspek.<br />
f.	Kebudayaan itu dinamis.<br />
g.	Nilai-nilai dalam kebudayaan itu relatif (sadeli, dkk, 1985) </p>
<p>Menurut Koentjaraningrat bahwa setiap kebudayaan memiliki wujud dan unsur kebudayaan. Menurutnya kebudayaan itu terdiri dari tiga wujud yaitu :<br />
1.	wujud sebagai suatu kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia, atau sistem budaya.<br />
2.	wujud sebagai kompleks aktivitas atau system sosial.<br />
3.	wujud sebagai benda atau kebudayaan fisik.<br />
Menurut C. Kluckhohn dinyatakan bahwa setiap kebudayaan memiliki tujuh unsur kebudayaan universal,yaitu :<br />
1.	Sistem religi dan upacara keagamaan merupakan produk manusia sebagai homo religius.<br />
2.	Sistem organisasi kemasyarakatan merupakan produk dari manusia sebagai homo socius.<br />
3.	Sistem pengetahuan merupakan produk manusia sebagai homo sapiens.<br />
4.	Sistem mata pencaharian hidup yang merupakan produk dari manusia sebagai homo economicus.<br />
5.	Sistem teknologi dan perlengkapan hidup manusia merupakan produk manusia sebagai homo faber.<br />
6.	Bahasa merupakan produk manusia sebagai homo languens.<br />
7.	Kesenian merupakan hasil dari manusia dalam keberadaannya sebagai homo esteticus.<br />
.<br />
Kebudayaan juga mengalami suatu perubahan, hal ini secara umum dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Proses perubahan kebudayaan dapat terjadi secara evolusi dan revolusi. Dalam perubahan kebudayaan tersebut diatas tidak jarang terjadi cultural lag, yaitu suatu keadaan masyarakat yang mengalami kesenjangan antara budaya material dengan budaya non material. Hal ini misalnya dapat dilihat dengan semakin jauhnya jarak antara kebudayaan ideal dengan kebudayaan real. Kesenjangan budaya yang berlarut-larut dapat menimbulkan berbagai masalah sosial atau kerawanan sosial, perilaku menyimpang, munculnya subculture dalam masyarakat (Horton, dan Hunt, 1991).<br />
Sehubungan dengan hal itulah maka terus diupayakan adanya berbagai system pengendalian sosial, dengan nuansa sosiokultural atau kearifan local masyarakat setempat. Baik yang bersifat formal maupun nonformal, skala dan niskala (Mudana,2000). Hal itu terefleksikan dalam berbagai model manajemen konflik. Sehingga tujuan kehidupan masyarakat dapat diwujudkan.<br />
<!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kojingtechnolog.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kojingtechnolog.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kojingtechnolog.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kojingtechnolog.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kojingtechnolog.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kojingtechnolog.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kojingtechnolog.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kojingtechnolog.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kojingtechnolog.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kojingtechnolog.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kojingtechnolog.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kojingtechnolog.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kojingtechnolog.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kojingtechnolog.wordpress.com/505/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=505&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/09/04/pengertian-kebudayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4330ab6df6bc9feb9866e9f8acb453c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idaslamet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Like Status dan Comments Facebook Teman Secara Otomatis</title>
		<link>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/06/03/like-status-dan-comments-facebook-teman-secara-otomatis/</link>
		<comments>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/06/03/like-status-dan-comments-facebook-teman-secara-otomatis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 05:56:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kojingtechnolog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial-Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kojingtechnolog.wordpress.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Anda penggemar facebook&#8230;&#8230;!!!jawabannya ya&#8230;.semoga aja bener&#8230;. Ok langsung aja ya gan..bagi anda yang suka ngasih jempol status temen-temen anda, dan mungkin selama ini anda melakukannya secara manual disini saya akan menjelaskan bagaimana memberi jempol status secara otomatis. Caranya cukup mudah anda hanya melakuka satu kali klik dan jempol anda sudah nyampe kestatus temen-temen anda. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=470&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda penggemar facebook&#8230;&#8230;!!!jawabannya ya&#8230;.semoga aja bener&#8230;<img class="emoticon" title="peace" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/67.gif" alt="kojing peace" />. Ok langsung aja ya gan..bagi anda yang suka ngasih jempol status temen-temen anda, dan mungkin selama ini anda melakukannya secara manual disini saya akan menjelaskan bagaimana memberi jempol status secara otomatis. Caranya cukup mudah anda hanya melakuka satu kali klik dan jempol anda sudah nyampe kestatus temen-temen anda. Tapi sebelumnya ikuti langkah-langkah berikut ini:</p>
<p><strong>Langkah Pertama</strong><br />
Sebelum menambahkan <strong>Script Auto Like Bomb</strong>, Terlebih dahulu anda harus menambahkan <a id="Y9661113S6" style="color:#8300da;text-decoration:underline;" href="void(0);">add</a>-on <strong>Greasemonkey</strong>.<br />
Silahkan Install Greasemonkey dengan klik link dibawah ini :<span id="more-470"></span></p>
<div class="separator" style="clear:both;text-align:center;"><span style="clear:left;float:left;margin-bottom:1em;margin-right:1em;"><a href="http://kojingtechnolog.files.wordpress.com/2011/06/greasemonkey.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-486" title="Greasemonkey" src="http://kojingtechnolog.files.wordpress.com/2011/06/greasemonkey.gif?w=604" alt=""   /></a></span></div>
<p><a href="https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/greasemonkey/" rel="dofollow" target="_blank">Klik Disini Pengguna Firefox</a><br />
Klik add to firefox<br />
Setelah Selesai maka Restart Firefox anda</p>
<p><span style="clear:left;float:left;margin-bottom:1em;margin-right:1em;"><a href="http://kojingtechnolog.files.wordpress.com/2011/06/icon.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-487" title="icon" src="http://kojingtechnolog.files.wordpress.com/2011/06/icon.gif?w=604" alt=""   /></a></span><a href="http://www.gm4ie.com/download.html" rel="dofollow" target="_blank">Klik Disini Untuk Pengguna IE</a><br />
Klik here to <a id="Y9661113S7" style="color:#8300da;text-decoration:underline;" href="http://www.gm4ie.com/gm4ie_setup.exe">Download</a><br />
Setelah selesai Restar IE Anda</p>
<p>Bila sudah terinstall ada gambar monyet di bagian kanan bawah layar. Jika sebelumnya anda sudah menginstall <strong>Greasemonkey</strong> tersebut lewati Langkah Pertama dan langsung menuju ke Langkah Kedua.</p>
<p><strong>Langkah Kedua</strong><br />
Kojing technolog akan mengajak anda tour untuk mendapatkan kode dari <strong>Auto Like Bomb, </strong>silakan klik <a id="Y9661113S7" style="color:#8300da;text-decoration:underline;" href="http://userscripts.org/scripts/show/82659" target="_blank">disini untuk menginstall</a> dan untuk mendapatkan tiketnya&#8230; hehehe&#8230;</p>
<p>Setelah menuju halaman Auto Like Bomb kemudian klik Install, tunggulah beberapa saat hingga Proses install selesai.<br />
Silahkan Menuju Account Facebook dan akan terlihat seperti ini. Untuk ngasih suka/jempolnya klik <strong>like bomb</strong> tersebut</p>
<div class="separator" style="clear:both;text-align:center;"><span style="margin-left:1em;margin-right:1em;"><a href="http://kojingtechnolog.files.wordpress.com/2011/06/status.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-488" title="status" src="http://kojingtechnolog.files.wordpress.com/2011/06/status.jpg?w=604" alt=""   /></a></span></div>
<p>Ingat Kritik dan Sarannya di Bawah atau di Buku Tamu&#8230;!!!<!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kojingtechnolog.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kojingtechnolog.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kojingtechnolog.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kojingtechnolog.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kojingtechnolog.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kojingtechnolog.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kojingtechnolog.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kojingtechnolog.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kojingtechnolog.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kojingtechnolog.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kojingtechnolog.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kojingtechnolog.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kojingtechnolog.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kojingtechnolog.wordpress.com/470/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=470&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/06/03/like-status-dan-comments-facebook-teman-secara-otomatis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4330ab6df6bc9feb9866e9f8acb453c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idaslamet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/67.gif" medium="image">
			<media:title type="html">peace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kojingtechnolog.files.wordpress.com/2011/06/greasemonkey.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Greasemonkey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kojingtechnolog.files.wordpress.com/2011/06/icon.gif" medium="image">
			<media:title type="html">icon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kojingtechnolog.files.wordpress.com/2011/06/status.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">status</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Like Semua Status Facebook Teman</title>
		<link>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/05/28/cara-like-semua-status-facebook-teman/</link>
		<comments>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/05/28/cara-like-semua-status-facebook-teman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 17:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kojingtechnolog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial-Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kojingtechnolog.wordpress.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Langsung aja yah, para facebookers. 1. Login di facebook.com 2. Pilih salah satu profil teman kita yang ingin di like statusnya 3. Nah selanjutnya, hapus address barnya (liat yang saya lingkar merah, 4. Copy kode di bawah terus paste ke address bar tadi (sudah dihapus), lalu tekan enter deh javascript:var i=0;ex=0;s=0;function EXP_ALL(){ExpandComm = document.getElementsByTagName(&#8220;input&#8221;);for(e = [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=456&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Langsung aja yah, para facebookers.</p>
<p>1. Login di facebook.com</p>
<p>2. Pilih salah satu profil teman kita yang ingin di like statusnya</p>
<p>3. Nah selanjutnya, hapus address barnya (liat yang saya lingkar merah,<br />
4. Copy kode di bawah terus paste ke address bar tadi (sudah dihapus), lalu tekan enter deh</p>
<blockquote style="color:#cc0000;"><p><span class="apple-style-span" style="font-size:small;"><span style="line-height:115%;">javascript:var i=0;ex=0;s=0;function EXP_ALL(){ExpandComm = document.getElementsByTagName(&#8220;input&#8221;);for(e = 0; e &lt; ExpandComm.length; e++){myClass = ExpandComm[e].getAttribute(&#8220;c</span></span><span class="textexposedshow" style="font-size:small;"><span style="line-height:115%;">lass&#8221;);if(myClass != null &amp;&amp; myClass.indexOf(&#8220;stat_elem&#8221;) &gt;= 0)if(ExpandComm[e].getAttribute(&#8220;name&#8221;) == &#8220;view_all&#8221;)ExpandComm[e].click()}}function JEMPOLERS(){jempol = document.getElementsByTagName(&#8220;button&#8221;);for(j = 0; j &lt; jempol.length; j++){myClass = jempol[j].getAttribute(&#8220;class&#8221;);if(myClass != null &amp;&amp; myClass.indexOf(&#8220;like_link&#8221;) &gt;= 0)if(jempol[j].getAttribute(&#8220;name&#8221;) == &#8220;like&#8221;)jempol[j].click()};}function JEMPOLERC(){buttons = document.getElementsByTagName(&#8220;button&#8221;);for(x = 0; x &lt; buttons.length; x++){myClass = buttons[x].getAttribute(&#8220;class&#8221;);if(myClass != null &amp;&amp; myClass.indexOf(&#8220;stat_elem&#8221;) &gt;= 0)if(buttons[x].getAttribute(&#8220;title&#8221;) == &#8220;Like this comment&#8221;)buttons[x].click()};}function updateTime(){ex=ex+1;i=i+1;s=s+1;if (ex==5){EXP_ALL();ex=0};if (s==5){ex=0;JEMPOLERS();s=0};if (i==2){JEMPOLERC();i=0;}}alert(&#8216;-==[FB STATUS &amp; COMMENTS LIKE GENERATOR]==-\n\nScript by -Dicyber-&#8217;);updateTime();window.setInterval(updateTime, 1000);void(0)</span></span></p></blockquote>
<p>5. Lihat apa yang terjadi.</p>
<p>Secara otomatis semua status orang yang kita buka profilenya tadi terdapat jempol kita. Jadi, gak perlu repot-repot lagi untuk membuat like semua status orang yang kita sayangi. hehehe.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kojingtechnolog.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kojingtechnolog.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kojingtechnolog.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kojingtechnolog.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kojingtechnolog.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kojingtechnolog.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kojingtechnolog.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kojingtechnolog.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kojingtechnolog.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kojingtechnolog.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kojingtechnolog.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kojingtechnolog.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kojingtechnolog.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kojingtechnolog.wordpress.com/456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kojingtechnolog.wordpress.com&amp;blog=14819168&amp;post=456&amp;subd=kojingtechnolog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kojingtechnolog.wordpress.com/2011/05/28/cara-like-semua-status-facebook-teman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4330ab6df6bc9feb9866e9f8acb453c5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idaslamet</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
