Tips dan Software Menghack Pintu Hati Calon Mertua

Besok kamu ketemu orang tua ku ya?” Inilah satu pernyataan yang sering membuat orang-orang, terutama laki-laki, terdiam seketika. Bagaikan serangan tiba-tiba di siang hari bolong, reaksi yang ada pun mau tidak mau harus mengikuti kemauan sang pacar. Tapi pikiran di kepala sudah membayangan suatu kondisi yang sangat tidak nyaman. Kondisi dimana ucapan dan penampilan seseorang diperhatikan dan dinilai dengan teliti oleh sang calon mertua. Inilah saat-saat penilaian apakah kamu pintar atau tidak, cukup mapan atau tidak, tampan atau tidak, hingga mendapatkan sebuah kesimpulan pantas atau tidaknya berpacaran dengan sang anak. Membayangkan bertemu dengan calon mertua memang menyeramkan. Maka dari itu, cobalah langkah-langkah berikut supaya kamu bisa dengan suksesnya memikat hati sang calon mertua. Goodluck!

1. Cari informasi tentang Mertua
Sebelum kamu bertemu langsung dengan mertua dan mulai mati gaya karena kehabisan bahan obrolan, nah ada baiknya kalau kamu cari informasi dulu tentang calon mertuamu. Coba cari informasi dari pasanganmu latar belakang pekerjaan, pendidikan, sampai hobi orang tuanya. Siapa tahu dari sini kamu bisa dapat kesamaan hobi atau kesamaan sekolah yang bisa kamu jadikan bahan perbincangan. Kalaupun ternyata tidak menemukan suatu kesamaan, cobalah dalami pengetahuan kamu akan satu topik yang kira-kira bisa dijadikan bahan obrolan. Jangan hanya mencari informasi tentang kesukaan sang calon mertua, tapi juga cari tahu tentang hal-hal yang tidak disukai oleh calon mertua supaya tidak salah langkah.

2. People are Naturally Judge The Book from Its Cover
Salah besar kalau penilaian pertama orang lain adalah lewat hatinya. Semua penilaian pertama selalu datang dari penampilan. People are naturally judge the book from its cover. Itu adalah naluri manusia. Oleh karena itu, berpenampilan yang oke sangat penting ketika bertemu dengan calon mertua. Inilai tahap penilaian pertama calon mertua ke kamu. Cobalah berpakaian yang rapih tapi tetap tidak berlebihan. Cobalah tidak mengenakan kaos oblong dan kemeja yang super rapih. Bergayalah santai apa adanya tapi tetap sopan. Untuk para wanita ada saran yang sangat penting yaitu at dirimu nyaman dengan baju yang dikenakan, jangan justru jadi repot dengan baju sendiri.

3. Bersikap Ramah dengan Semua Anggota Keluarganya
Bersikap ramah dan sopan wajib hukumnya kalau mau komunikasi berlangsung dengan baik. Cobalah berbasa-basi dengan menanyakan kabar sang calong mertua dan keluarganya (kalau ada yang kamu kenal). Mulailah dengan obrolan-obrolan ringan. Sapalah calon mertua dengan panggilan “bapak/ibu” atau “om/tante” dengan santai, jangan sampai berbelik terkadang ”bapak” kadang-kadang “om” karena akan terlihat kegugupan kamu. Selain berbincang dengan calon mertua, cobalah juga berkomunikasi dengan anggota keluarga lain yang sedang berada di dekatmu. Mulailah perkenalan dengan santai dan fun.

4. Membawa Sesuatu
Mereka (calon mertua) memang tidak mengharapkan kamu untuk memberikan hadiah atau apapun. Tetapi, sudah menjadi aturan umum kalau mau ketemu calon mertua harus bawa sesuatu karena ini menjadi nilai tambah. Tidak perlu sesuatu yang mahal, makanan saja cukup. Dengan membawa sesuatu ke rumah calon mertua mengisyaratkan bahwa kamu serius dan sopan terhadap yang lebih tua.

5. Hindari Topik Yang Tidak Dikuasai
Kamu harus pintar dalam memilih topik yang enak untuk diperbincangkan. Jangan yang terlalu berat sehingga terkesan maksa dan jangan juga terlalu riangan karena akan dianggap kurang pengetahuan. Cobalah mulai dengan bahan yang kamu kuasai dan kira-kira dimengerti oleh sang calon mertua. Bisa juga kamu membicarakan seputar hobi sang calon mertua, biasanya topik seputar ini cukup ampuh memikat hati sang calon mertua. Tepai harus perlu diingat, kamu juga harus menguasainya. Jangan terlalu pasif karena takut salah berbicara. Santai saja anggap seperti berbicara dengan orang tuamu. Terkahir, jangan lupa sampaikan pujian yang tidak terlalu berlebihn dan masih relevan untuk menyenangkan hati calon mertua.

6. Percaya diri dan Be Yourself
Jangan pernah merasakan bahwa ketemu dengan calon mertua adalah suatu beban berat karena hal ini bisa berdampak pada tingkat kepercayaan diri yang rendah. Cobalah percaya diri dan menjadi diri sendiri karena hanya dengan inilah kamu bisa berkomunikasi dengan lancea dan tidak salah tingkah terus menerus.

7. Promosikan diri dan keluarga (jika ditanya)
Seperti yang disebutkan di awal, bertemu calon mertua memang sudah harus siap untuk dinilai bibit, bebet, bobotnya. Maka dari itu, cobalah tampilkan sebisa mungkin hal-hal yang positif dalam dirimu yang bisa meningkatkan citra di mata calon mertua. Tapi itu juga jika ditanya (dan kemungkinan besar pasti calon mertua tanya ini itu tentang dirimu). Cerita tentang dirimu, keluargamu, atau pekerjaanmu. tampilkan bahwa dirimu dari keluarga baik-baik, punya harapan masa depan, dan bisa dipercaya menghidupi anaknya kelak.

8. Jaga Sikap Dengan Kekasih
Harus perlu diingat bahwa pacarmu adalah anak dari sang calon mertua oleh karena itu jagalah sikap. Misalnya, kalau sehari-hari menyapa dengan panggilan sayang cobalah menahan diri dengan memanggil nama sebenanrnya di depan calon mertua. Sikap kamu dan pacar juga harus biasa-biasa saja, jangan sampai public display affection karena akan dianggap tidak sopan oleh calon mertua.

Posted on December 9, 2010, in Campuran. Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: