Pembunuh Mahasiswi Stikes Bali (Diah Cahyani) Dibekuk


DENPASAR, KOMPAS.com — Jajaran Polda Bali akhirnya berhasil membekuk I Wayan Budi alias Panjul (33) yang diduga membunuh Dewa Ayu Agung Diah Cahyani (18), Selasa (28/9/2010). Tersangka dibekuk di tempat persembunyiannya di Banyuwangi, Jawa Timur, setelah polisi melakukan pengejaran selama tiga minggu.

Menurut keterangan petugas, saat ditangkap, Panjul sempat melakukan perlawanan. Akibatnya, polisi terpaksa menembak kaki pria yang diduga menghabisi nyawa Dewa Ayu, mahasiswi Stikes Bali, itu.

Penangkapan tersangka berawal dari temuan sejumlah barang bukti di TKP, kemudian dikembangkan dengan pemeriksaan para saksi.

“Temuan kembali ke TKP, kami profesional, kami tidak pernah datang ke dukun, itu ada saksi, ada barang bukti, ada korban, itu yang berbicara,” ujar Kapolda Bali Irjen Hadiatmoko saat konferensi pers di Mapolda Bali, Kamis.

Polisi menangkap Panjul bersama salah seorang rekannya, Sugeng Hariyanto (38). Sugeng diduga ikut membantu tersangka dalam melakukan perampokan dan pelarian ke luar Bali. Dari pengakuan tersangka, dirinya terpaksa membunuh korban karena melawan saat dirampok.

“Niatnya mencuri karena korban berteriak, memberi perlawanan, terus saya tusuk,” kilah Panjul kepada wartawan.

Tersangka masuk ke dalam kamar kos tersangka sekitar pukul 04.00 Wita melalui lubang plafon. Setelah korban memergoki tersangka, sempat terjadi perkelahian kecil dan korban menggigit jari tangan tersangka. Karena panik, tersangka kemudian mengambil pisau di dapur dan menusukkannya ke dada serta leher korban sebanyak sembilan kali.

Setelah berhasil membunuh korban, tersangka lalu membawa kabur laptop, telepon seluler, dan sepeda motor milik tersangka.

“Tersangka Panjul dijerat Pasal 339 KUHP juncto 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Kapolda Bali Irjen Hadiatmoko.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dewa Ayu Agung Diah Cahyani, yang juga putri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli Dewa Gede Suparta, tewas mengenaskan dengan 9 tusukan di kamar kosnya di Jalan Ida Bagus Rencong, Panjer, Denpasar, 7 September lalu. Kematian korban baru diketahui rekan kosnya sekitar pukul 17.00 Wita karena saat kejadian hujan deras dan tidak ada yang berani keluar kamar kos. Sumber : Kompas.com

Posted on December 10, 2010, in Berita. Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: